Angkasa Pura 2

Garuda Indonesia Resmikan Rute Baru Denpasar – Labuan Bajo – Tambolaka (pp)

KokpitFriday, 3 January 2014

DENPASAR — Setelah membuka rute Denpasar – Bima – Lombok dan Denpasar – Labuan Bajo – Ende pada 3 Desember 2013 lalu menggunakan pesawat turboprop ATR72-600 “Explore”, Garuda Indonesia hari ini, Jumat (03/01), kembali meresmikan rute penerbangan baru Denpasar – Labuan Bajo – Tambolaka (pp), juga menggunalan pesawat ATR 72-600 “Explore”.

Selain untuk meningkatkan layanan berupa konektivitas antar kota di Indonesia, layanan rute baru penerbangan tersebut merupakan upaya Garuda Indonesia untuk terus memperluas dan memperkuat jaringan penerbangannya di pasar domestik khususnya wilayah Indonesia Timur yang memiliki potensi ekonomi dan wisata.

Rute penerbangan tersebut dilayani Garuda Indonesia satu kali per hari dengan jadwal penerbangan dari Denpasar – Labuan Bajo – Tambolaka (GA-4020) berangkat pukul 06.15 WITA, tiba di Labuan Bajo pukul 07.50, terbang kembali dari Labuan Bajo pukul 08.20 dan tiba di Tambolaka pada pukul 09.00 WITA.

Sementara penerbangan Tambolaka – Labuan Bajo – Denpasar (GA-4021) berangkat dari Tambolaka pukul 09.20 WITA, tiba di Labuan Bajo pukul 09.50 WITA, berangkat kembali dari Labuan Bajo pukul 10.20 WITA  dan tiba di Denpasar pada pukul 11.45 WITA.

Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Erik Meijer mengatakan bahwa rute-rute penerbangan baru ini merupakan bagian dari ekspansi jaringan penerbangan Garuda Indonesia yang terus dilakukan.

“Selain itu, upaya Garuda Indonesia ini juga bagian dari komitmen untuk mendukung program “Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)” khususnya untuk meningkatkan konektivitas antar pulau dan kota di wilayah remote area. Layanan ini diharapkan dapat meningkatkan arus wisatawan dan pebisnis menuju Labuan Bajo maupun Tambolaka, sehingga perekonomian di kedua daerah tersebut dapat tumbuh dengan cepat”, tambah Erik.

Dia menambahkan, Sub-brand “Explore” dan “Explore Jet” mulai diperkenalkan Garuda Indonesia sejak 25 November 2013 lalu, sejalan dengan upaya Garuda untuk terus mengembangkan dan memperkuat jaringan penerbangannya di pasar domestik khususnya ke wilayah-wilayah yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan tujuan wisata di remote area di Indonesia.

“Penggunaan kedua sub-brand tersebut sejalan dengan keunggulan armada ATR72-600 dan Bombardier CRJ1000NextGen yang mampu melayani rute-rute penerbangan ke wilayah-wilayah baru di kawasan timur Indonesia yang memiliki keterbatasan landasan yang pada akhirnya dapat meningkatkan konektivitas nasional sesuai program MP3EI,” paparnya.

Erik menambahkan, penggunaan sub-brand “Explore” dan “Explore Jet” tersebut juga sejalan dengan program peningkatan layanan yang dilaksanakan, dengan memberikan lebih banyak pilihan destinasi kepada penumpang; seiring langkah Garuda menjadi anggota aliansi global SkyTeam pada bulan Maret 2014.

Ke depannya, “Explore” flight melalui pesawat ATR72-600 ini, katanya, juga akan dioperasikan dari beberapa hub maupun spoke Garuda Indonesia, di antaranya Denpasar, Makassar, dan Ambon menuju Labuan Bajo, Tambolaka, dan Ende di Nusa Tenggara Timur, Bima (Nusa Tenggara Barat), Banyuwangi dan Jember (Jawa Timur), Bau-bau dan Wangi-wangi (Sulawesi Tenggara), Luwuk (Sulawesi Tengah), Mamuju (Sulawesi Barat), Poso (Sulawesi Tengah), Kaimana (Papua), serta Tual/Langgur (Maluku).

 

Gunakan Pesawat ATR72-600

Sejalan dengan program pengembangan armadanya, Garuda Indonesia akan mendatangkan sebanyak 35 pesawat ATR72-600, terdiri dari 25 pesawat berupa “firm order” dan 10 pesawat berupa “options”, untuk melayani penerbangan point to point pada rute-rute jarak dekat. Dua pesawat ATR72-600 telah diterima Garuda pada November 2013 lalu, sementara sisanya akan didatangkan secara bertahap hingga tahun 2017 mendatang.

atr garuda

Sejalan dengan ekspansi yang terus dilaksanakan perseroan melalui program jangka panjang “Quantum Leap 2011-2015”, pada tahun 2013 lalu Garuda Indonesia telah mendatangkan sebanyak 26 pesawat baru untuk mendukung penguatan dan pengembangan jaringan penerbangan nasional maupun internasional.

“Pada tahun 2014 ini, Garuda Indonesia rencananya akan mendatangkan sebanyak 27 pesawat baru terdiri dari  2 pesawat B777-300, 4 pesawat  A330, 12 pesawat B738, 3 pesawat CRJ, dan 6 pesawat ATR 72-600,” jelasnya. (awe/machda)