Angkasa Pura 2

Baterai Berasap, JAL Istirahatkan Boeing 787

KokpitRabu, 15 Januari 2014
japan_airlines

TOKYO (beritatrans.com) — Maskapai Japan Airlines, JAL telah mengistirahatkan salah satu pesawat Boeing 787 Dreamliner setelah mendeteksi adanya asap atau gas dari mesin utama pesawat tersebut.

Persoalan mesin ini ditemukan ketika pesawat tersebut sedang menjalani perawatan rutin di Tokyo, dan tidak ada penumpang di dalamnya, Senin (15/1/2014).

Temuan ini mengingatkan kembali kasus peringatan tentang kemungkinan terbentuknya lapisan es pada mesin pesawat Boeing 747-8 serta Dreamliner 787, akhir November 2013 lalu.

Japan Airlines mengatakan,  stafnya melihat asap, dan kemudian lampu peringatan menyala yang menandakan adanya kesalahan pada mesin utama.

Produsen Boeing mengatakan menyadari adanya masalah ini dan telah bekerja sama dengan Japan Airlines.

Mereka juga mengatakan ada indikasi awal yang menunjukkan bahwa salah-satu baterai utama telah mengeluarkan gas, yang menunjukkan sistem peringatan telah beroperasi seperti yang direncanakan.

Persoalan baterai pada pesawat Boeing 787 merupakan isu sensitif.

Tahun lalu, semua maskapai pengguna Dreamliner di seluruh dunia mengaku dua baterai pada pesawat Klik menjadi cepat panas dalam waktu kurang dari dua minggu.

Produsen Boeing mengatakan perbaikan yang dilakukan pada sistem baterai tahun lalu tampaknya telah bekerja seperti yang direncanakan.

Boeing telah mendisain ulang sistem baterainya, meskipun upaya mereka menemukan masalah utamanya belum terbukti secara meyakinkan.

Laporan kantor berita AFP menyebut JAL mengatakan piranti yang terpasang memberi tanda kepada pilot bahwa ada masalah pada baterai yang terkoneksi dengan unit sumber daya cadangan pesawat dalam penerbangan Jumat (08/11/2013) lalu.

Sistem motor pesawat menunjukkan besaran voltase dan arus listrik tetap normal sehingga pesawat mendarat dengan selamat di Helsinki kata juru bicara JAL.

“Setelah mendarat kami ganti baterai dan charger di sumber daya cadangan, pesawatnya sekarang sudah dijalankan lagi seperti biasa,” tambahnya.

JAL dan pesaing utamanya, All Nippon Airways (ANA), adalah maskapai terbesar yang mengoperasikan pesawat raksasa 787. Kedua maskapai turut kena imbas saat Boeing memerintahkan pengandangan seluruh armada Dreamliner setelah muncul masalah pada baterai lithium-ion dan bahkan sempat menyebabkan munculnya percikan api.

Boeing mengakui pada April lalu bahwa meski sudah dites selama berbulan-bulan masalah utama dari berbagai insiden ini tetap belum ditemukan, namun menyebut sudah dilakukan sejumlah modifikasi agar insiden tak terulang kembali.

Langkah ini antara lain dilakukan dengan mendesain ulang sistem baterai dan pengisi daya serta menambahkan sebentuk kotak baja untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Sejak itu, pesawat Dreamliner diberitakan beberapa kali mengalami masalah kecil seperti kerusakan di sensor tekanan udara serta sistem remnya. (machda)