Angkasa Pura 2

Izin Kemenhub Masih Diproses

Penerbangan Batam-Malaysia Malindo Air Hari Ini Ditunda

KokpitJumat, 17 Januari 2014
malindo

BATAM (beritatrans.com) – Maskapai penerbangan Malindo Air rute Batam-Malaysia terpaksa ditunda karena izin operasional dari Kementerian Perhubungan belum turun. Namun dipastikan beberapa waktu ke depan sudah bisa terbang.

“Sebab, saat ini masih diproses,” tegas Otoritas Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepala Bagian Umum Bandara Interansional Hang Nadim Batam, Suwarso di Batam, Jumat (17/1/2014).

Rencananya Malindo Air terbang dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam ke Subang, Malaysia hari ini.

Sebelumnya, maskapai patungan antara Malaysia National Aerospace and Defence Industries (NADI) dengan saham 51 persen dan Lion Air dari Indonesia yang memiliki 49 persen saham tersebut menjadwalkan mulai terbang dari Batam ke Malaysia pada Jumat ini.

Suwarso menambahkan, pihaknya hingga saat ini belum mendapatkan konfirmasi dari pihak maskapai mengenai penjadwalan ulang pembukaan rute Batam-Malaysia. Karenanya, hari belum bias terbang.

Berdasarkan informasi dari manajemen, kata dia, saat ini maskapai tengah mempersiapkan pesawat ATR 72-600 yang akan digunakan untuk menerbangi rute internasional ke Batam yang selama ini hanya diterbangi Maskapai Firefly tiga kali sepekan dengan pesawat sejenis.

“Rencanannya mereka menggunakan pesawat ATR 72-600 yang berkapasitas 80 penumpang. Menurut informasi, maskapai tengah mempersiapkan pesawat tersebut,” kata Suwarso.

Maskapai tersebut sebenarnya sudah sejak pertengahan 2013 merencanakan penerbangan ke Malaysia yang dinilai prospektif, namun beberapa kali diundur.

Bandara Internasional Hang Nadim Batam merupakan bandara yang memiliki landas pacu 4.025 meter dan terpanjang se-ASEAN. Bandara tersebut juga menjadi penghubung (Hub) Lion Air khawasan barat Indoensia.

Lion Air juga tegah membangun hanggar yang mampu menampung beberapa pesawat jenis Boeing 737 terbaru dan akan segera dioperasikan pada akhir Januari. Hanggar tersebut akan digunakan untuk perbaikan dan perawatan seluruh maskapai Lion Grup termasuk Malindo, Thai Lion, Wings.

Sebelumnya, Maskapai yang berbasis di Malaysia tersebut sudah membuka rute dari Luala Lumpur Malaysia dengan tujuan Jakarta dan Bali pada akhir 2013.

Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho mengatakan, akan mengembangkan bandara tersebut karena jumlah penerbangan terus meningkat.

Bandara tersebut, kata dia, baru saja mengoperasikan ruang tunggu dan garbarata baru karena kapasitas bandara sudah tidak sesuai dengan jumlah penumpang yang menggunakan bandara tersebut. (machda)

 

loading...