Angkasa Pura 2

Akibat Cuaca Buruk, Pelayaran Rugi Miliaran Rupiah

DermagaSenin, 20 Januari 2014
gelombang-tinggi

JAKARTA (beritatrans.com) – Ketua Umum Inonesian Nastional Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto memperkirakan pelayaran nasional mengalami kerugian hingga miliaran rupiah akibat cuaca buruk yang melanda di berbagai wilayah perairan di Indonesia beberapa hari terakhir. Apalagi Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan maklumat pelayaran agar berhati-hati terhadap gelombang tinggi yanga dapat mengganggu keselematan pelayaran.

“Kita patuh kepada maklumat tersebut dan berlayar sesuai surat izin dari syahbandar,” kata Carmelita Hartoto di Jakarta, Senin (20/01/2014).

Carmelita Hartoto mengatakan, hingga saat ini perairan di Laut Jawa, Selatan jawa, Selat Karimata, Laut Banda dan Arafura masih terjadi gelombang tinggi sehingga mengganggu kegiatan pelayaran.

Ia juga kondisi tersebut berdampak terhadap pelayaran bahkan jika melihat angka jumlah kapal niaga nasional yang mencapai 12.744 unit, plus lebih dari 200 kapal penyeberangan dan 3.000 kapal pelayaran rakyat, kerugian akibat cuaca buruk bisa mencapai miliar rupiah.

“Itu belum termasuk kerugian lainnya seperti kenaikan harga-harga akibat distribusi logistik yang terhambat maupun produksi industry dan pertanian yang menurun sehingga berdampak terhadap pasokan,” ujarnya.

Seperti diketahui, BMKG telah merilis wilayah dan perairan diperkirakan akan menghadapi cuaca ekstrim dalam satu minggu ke depan. Beberapa perairan yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diatas 3 meter seperti Laut Jawa, Selat Karimata, Perairan Selatan Jawa, Laut Arafura dan Laut Banda.

Sedangkan potensi hujan lebat akan terkonsentrasi di wilayah Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jabodetabek, Nusa Tenggara Timur.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Bobby R Mamahit mengatakan pihaknya telah memerintahkan Syahbandar di seluruh pelabuhan untuk berlaku selektif terkait pemberian surat perizinan berlayar (SPB) pada saat cuaca ekstrim seperti sekarang ini.

Kemenhub, katanya, juga akan menindak tegas terhadap setiap kapal yang melakukan pelayaran di saat kondisi dalam cuaca ekstrim. “Kami sangat tegas dan selektif terkait pemberian izin belayar,” ujarnya. (aliy)