Angkasa Pura 2

Dua Investor Akhirnya Teken Kontrak Selamatkan Merpati

KokpitKamis, 23 Januari 2014
merpati

JAKARTA (beritatrans.com) — PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati) menunjuk dua perusahaan sebagai mitra kerja sama operasional (KSO) untuk menjadi investor membenahi kinerja maskapai penerbangan tersebut.

“Tadi malam (Rabu, 22/1) Merpati sudah menandatangani nota kesepahaman penunjukan dua perusahaan KSO, yaitu PT Bentang Persada Gemilang dan PT Amagedon Indonesia,” kata Menteri BUMN Dahlan Iskan, usai menggelar Rapat Pimpinan Kementerian BUMN di Gedung Perum Damri, Jakarta, Kamis (23/1/2014).

Menurut Dahlan, kedua perusahaan yang ditunjuk tersebut bergerak dalam bidang jasa penerbangan. Kemitraan dengan kedua perusahaan tersebut segera membentuk anak usaha baru bernama PT Merpati Aviation Service.

“Merpati Aviation Service nantinya akan menangani seluruh rencana pengembangan bisnis yang disiapkan oleh kedua mitra KSO tersebut,” papar Dahlan.

Dahlan mengatakan, mitra KSO tersebut sedang menyelesaikan perencanaan terkait pengadaan pesawat, modal kerja, dan termasuk konsep perbaikan sistem Merpati.

“Penyelesaian perencanaan bisnis dari mitra KSO dilakukan secepatnya,” ujar Dahlan.

Berdasarkan catatan, saat ini maskapai pelat merah tersebut memiliki utang sekitar Rp7 triliun kepada beberapa BUMN dan swasta.

Upaya penyelematan Merpati dengan merestrukturisasi usaha sudah dilakukan sejak lama mulai dari penyuntikan dana, pengurangan karyawan, pemindahan kantor pusat, termasuk merestrukturisasi utang kepada kreditur swasta dengan mengkonversi utang (debt to equity swap) menjadi saham.

Namun hingga kini belum menunjukkan perbaikan, sehingga harus dicarikan opsi lain dengan mengundang investor untuk masuk Merpati.

Calon mitra KSO tersebut menilai Merpati masih memiliki peluang untuk dibangkitkan karena memiliki jaringan bagus, memiliki perusahaan perawatan pesawat, sehingga masih layak untuk mendapatkan modal dan termasuk mendapat alat kerja berupa pengadaan pesawat. (machda)

loading...