Angkasa Pura 2

Jones Lang Laselle: Harga Tanah di Bekasi Berpotensi Naik 30%

KoridorKamis, 23 Januari 2014
bekasi

JAKARTA (beritatrans.com) — Banyak pihak memprediksi sektor properti akan melambat tahun ini. Namun bukan berarti investasi properti akan mati,

Properti, baik perkantoran maupun hunian, tetap menjadi kebutuhan masyarakat di semua segmen. Properti juga diakui sebagai investasi sepanjang masa, demikian diungkap Konsultan properti internasional, Jones Lang LaSalle, Kamis (23/1).

Ia memperkirakan sektor residential (perumahan) dalam beberapa tahun mendatang tetap menjadi pilihan investasi. Utamanya residential di pinggiran kota Jakarta.

Head of Strategic Consulting Jones Lang LaSelle Vivin Harsanto mengatakan, Bekasi dan Depok menjadi daerah diincar sektor pemukiman atau residential. Karena menjadi incaran pengembang besar, harga tanah di dua wilayah itu pun berpotensi mengalami kenaikan.

“Harga tanah di Bekasi dan Depok berpotensi naik sekitar 20-30 persen. Harga tanah di Bekasi saat ini untuk pembangunan rumah sekitar Rp 5 juta per meter persegi, sedangkan Depok sekitar Rp 3-5 juta per meter persegi,” jelasnya usai acara “Media Briefing Jakarta Property Market Review and Outlook 2014″ itu.

Jika dibandingkan dengan harga tanah di Cilandak dan Cipete, harga tanah di dua wilayah itu mencapai Rp 10-15 juta per meter persegi. “Pertumbuhan harga 50-60 persen dalam kurun waktu dua tahun,” kata dia.

Depok dan Bekasi menarik perhatian pengembang karena dua kawasan itu masih terjangkau dari ibu kota dan potensi pertumbuhan kota yang tinggi seiring pembangunan infrastrukturnya.

“Di Bekasi itu mulai dibangun kondominium sedangkan di Depok sudah ramai dengan proyek-proyek pembangunan perumahan. Selama ini harga tanah di daerah Serpong, Cilandak, Cipete, Puri Indah, Pluit, Kelapa Gading cukup tinggi, sehingga pengembang melirik Bekasi dan Depok,” katanya.(yfent)

loading...