Angkasa Pura 2

Ani SBY Tanam Kenari di Bandara Kualanamu

BandaraJumat, 24 Januari 2014
Dirut AP II Tri S. Sunoko bersama dengan Presiden RI

MEDAN (beritatrans.com) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sore ini meninjau Bandara Internasional Kualanamu sebelum pelabuhan udara yang terletak di Deli Serdang, Sumatra Utara, itu diresmikan.

Presiden bersama Ibu Negara dan putra kedua Edhie Baskoro Yudhoyono beserta rombongan tiba di bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II itu sekitar pukul 14.52 WIB menggunakan Airport Railink Services atau kereta bandara.

Jajaran direksi dan komisaris PT Angkasa Pura II menyambut kedatangan presiden beserta rombongan di stasiun kereta bandara.

Presiden beserta jajaran direksi dan komisaris PT Angkasa Pura II kemudian melakukan peninjauan ke terminal kedatangan, terminal keberangkatan, hingga ke area komersial.

Setelah melakukan peninjauan, Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono melakukan penanaman pohon di kawasan Bandara Internasional Kualanamu. Di lahan yang telah disiapkan, Presiden SBY menanam pohon kenari dan Ibu Ani Yudhoyono menanam pohon mahoni.

Rombongan presiden kemudian beristirahat di lounge yang terletak di stasiun kereta bandara sebelum menuju Medan menggunakan kereta bandara sekitar pukul 16.25 WIB.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S. Sunoko mengatakan kedatangan presiden ke Bandara Internasional Kualanamu merupakan bentuk dukungan dan kepedulian negara terhadap kemajuan sektor penerbangan nasional.

Tri menuturkan bahwa PT Angkasa Pura II memproyeksikan Bandara Internasional Kualanamu sebagai kebanggaan bangsa dan negara.

“PT Angkasa Pura II berterima kasih karena Presiden SBY bersedia berkunjung ke Bandara Internasional Kualanamu. Hal ini menjadi pemacu kami agar berbuat lebih baik lagi untuk menjadikan Bandara Internasional Kualanamu kebanggaan bangsa dan Negara. Presiden juga mengatakan bahwa beliau mengagumi bandara ini,” jelas Tri.

Bandara Internasional Kualanamu dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern seperti integrated baggage handling screening system (IBHSS) yang merupakan teknologi penanganan bagasi otomatis untuk mempermudah penumpang maupun maskapai.

Diterapkannya IBHSS juga membuat Bandara Internasional Kualanamu bisa mengimplementasikan sistem terbuka untuk pendaftaran penumpang atau check-in seperti halnya Bandara Internasional Changi di Singapura dan Bandara Internasional Kuala Lumpur di Malaysia.

“Bandara Internasional Kualanamu adalah bandara pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas integrated baggage handling screening system dimana sistem tersebut sudah mencakup security screening, ” jelas Tri.

Bandara Internasional Kualanamu saat ini melayani mencapai 205 penerbangan per hari dengan jumlah maskapai yang beroperasi sebanyak 14 operator.

Adapun jumlah penumpang dari awal beroperasi pada Juli 2013 hingga Desember 2013 telah mencapai 8,05 juta penumpang.

“Bandara ini mulai dioperasikan dalam rangka soft operation pada 25 Juli 2013 untuk menggantikan Bandara Polonia, Medan. Sejak soft operation tahun lalu, kami terus melakukan evaluasi supaya saat diresmikan nanti operasional akan berjalan lancar,” jelas Tri.

Tri menambahkan Bandara Internasional Kualanamu dipersiapkan sebagai hub bagi maskapai yang melayani penerbangan internasional terutama ke kota-kota di Asia dan Timur Tengah.

Tercatat beberapa maskapai asing sudah membuka penerbangan internasional dari Bandara Internasional Kualanamu diantaranya adalah Mihin Lanka yang berbasis di Sri Lanka.

“Beberapa maskapai asing lainnya juga akan membuka penerbangan dari dan ke bandara ini,” jelas Tri.

Bandara Internasional Kualanamu dibangun dengan terminal penumpang yang dapat menampung 8 juta penumpang per tahun atau hampir 10 kali lipat dibandingkan dengan Bandara Polonia. Bandara berkode KNO ini memiliki ukuran runway 3.750 x 60 m sehingga dapat melayani penerbangan dengan pesawat berbadan lebar atau wide body.

PT Angkasa Pura II juga memiliki rencana untuk menambah satu lagi runway di bandara ini dengan ukuran yang sama yaitu 3.750 x 60 m. Di samping itu, perseroan juga berencana melakukan pengembangan tahap II yakni meningkatkan kapasitas terminal sehingga dapat menampung 10 juta penumpang per tahun.(gis)