Angkasa Pura 2

Pesawat Garuda Pecah Ban, Selamat Landing di Juanda

KokpitSabtu, 1 Februari 2014
Garuda di Bandara Juanda

JAKARTA (beritatrans.com) – Pesawat Garuda Indonesia dikabarkan mengalami pecah ban saat take off dari Bandara Soekarno – Hatta, Sabtu (1/2/2014). Meski demikian, pesawat bersama penumpangnya tetap selamat ketika mendarat di bandara tujuan yakni Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur.

Kepada beritatrans.com, Sabtu soren General Manager PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Juanda, Trikora Harjo, mengemukakan pesawat Boeing 737 seri 800 dan mengangkut 95 penumpang, termasuk 2 bayi, tersebut, dijadwalkan mendarat Pk.15.00.

Namun ketika di perjalanan, pilot Capt. Rudi Johor memberitahu ke petugas tower Bandara Juanda bahwa terjadi masalah dengan ban kiri belakang saat pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno – Hatta.

Karena kabar soal ban pecah, Trikora menuturkan seluruh kekuatan unit pemadam kebakaran dan ambulan dikerahkan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk bila pesawat dengan kopilot Ida Fitri itu tak mulus saat mendarat. “Kami antara lain menyiapkan 6 truk pemadam kebakaran, serta peralatan pemotong logam,” jelasnya.

Trikora menyatakan bersyukur kepada Allah Swt karena ternyata pesawat bisa mendarat dengan selamat. “Hanya saja memang pesawat mem-blocking runway dari Pk. 15.10 hingga Pk. 15.35. Alhamdulillah, pesawat, penumpang dan kru selamat,” ujarnya.

Karena blocking runway tersebut, dia menuturkan enam pesawat harus dimudurkan jadwal take off dan landing-nya. Pesawat itu yakni satu pesawat Citilink dan dua pesawat Sriwijaya Air. Ketiga pesawat itu sedianya mendarat di Juanda, namun dialihkan (divert) ke Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

Tiga pesawat lainnya ditunda lepas landas dari Bandara Juanda yakni Sriwijaya Air, Wings Air dan Lion Air. “Setelah pesawat Garuda dievakuasi ke parking stand 26,tiga pesawat yang divert, bisa segera kembali ke Juanda. Begitu pula pesawat dari Juanda, bisa segera terbang,” ungkapnya.

Persitiwa itu dicoba beritatrans.com untuk mendapatkan konfirmasi dari manajemen Garuda Indonesia. Namun sayangnya, juru bicara maskapai tersebut, Pujobroto, belum merespon panggilan melalui telepon seluler dari beritatransm.com. (aw).