Angkasa Pura 2

Tiru Konsep Bandara Soekarno-Hatta

Pembangunan Bandara Kertajati Majalengka Habiskan Rp10 Triliun

BandaraSenin, 17 Februari 2014
masterplan bandara kertajati majalengka

JAKARTA (beritatrans.com) – Pembangunan Bandar Udara Internasional (Bandara) Kertajati, Majalengka yang ditargetkan rampung pada 2016 diprediksi menghabiskan anggaran sebesar Rp10 triliun dari APBN dan APBD Provinsi Jawa Barat.

Seakan mengukir kemegahan konsep Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng, bandara yang didisains mampu menampung dan rute penerbangan akan sama besarnya dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Jadi setelah ada Cengkareng ada Kertjati,” ujar Deny Juanda, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jawa Barat, di kantor Kementerian Perekonomian di Jakarta, Senin (17/2/2014).

Menurut dia, Bandara Kertajati menjadi konsep bandara internasional, karena melihat perkembangan Bandung sebagai ibukota Provinsi Jawa Barat. Selain itu, akses menuju Bandara Kertajati bisa dari Cawang dan Cirebon melalui jalan tol yang sudah dibangun sehingga memungkinkan bisa menampung penumpang pesawat dari berbagai daerah

“Bandung kan ingin dikembangkan sebagai metropolitan tidak mungkin ada bandara besar di sana. Makanya dibuat di utara dan Majalengka daerah yang sangat stretegis dan bagus menjadi bandara,” ungkap Deny.

Kapasitas Bandara Kertajati, katanya, bisa menampung 14 juta orang. Pada 2035 Bandara Kertajati akan berkembang dengan runway 4.000 km dan bisa menampung 40 juta penumpang.

Deny menjelaskan untuk sisi udaranya (airside) membutuhkan anggaran Rp3,5 triliun, dalam hal ini pembangunan runway dan air traffic control. Selain itu pembangunan terminal membutuhkan dana sekitar Rp4 triliun. Jadi itu ada Rp7,5 triliun, kemudian ada yang lain-lain itu ada sekitar maksimal Rp10 triliun.

“Untuk sisa akses infrastruktur menuju Bandara Kertajati, Pemprov Jawa Barat yang akan mendanai. Saat ini pembebasan lahan untuk bandara Kertajati sudah selesai sampai 1.000 hektare. Sisi udara dari APBN dan darat dari pemda,” papar Deny.

Bandara Kertajati dinilai lebih ideal untuk mendukung perkembangan Bandung menjadi kota metropolitan. Bandara Kertajati terletak sejauh 60 km dari kota Bandung, dan 117 km dari Karawang.

Saat ini, feasilibity study Bandara Kertajati sudah rampung. Deny mengatakan, APBN untuk pembangunan runway sudah cair. Pembangunan runway pun sudah berjalan hampir setahun.

“Kalau APBN lancar, 2016 itu penerbangan pertama. Itu pada Agustus, pas pada hari jadi Provinsi Jabar,” imbuh Deny.

Untuk menggarap proyek land side Bandara Kertajati, Pemprov Jabar menyediakan anggaran sebesar Rp200 miliar untuk pembebasan lahan.(machda)