Angkasa Pura 2

Dua Tahun Beroperasi, Bandara Biak Rugi Rp47 Miliar

BandaraKamis, 20 Februari 2014
bandara kaiseipo biak

BIAK (beritatrans.com) – Dua tahun beropasi periode 2012-2013), Bandara Internasional Frans Kaisiepo Biak Numfor, Papua merugi sebesar Rp47 miliar.

General Manager PT Angkasa Pura 1 bandara Internasional Frans Kaisiepo Biak, Mervin Butarbutar usai peringatan 50 tahun emas, Kamis (20/2/2014) mengakui, kerugian pengelolaan bandara Frans Kaisiepo Biak pada 2012 mencapai Rp22 miliar dan 2013 naik menjadi Rp25 miliar akibat minimnya penerbangan menyinggahi Biak.

Menurut dia, kendati operasional bandara Frans Kaisiepo Biak merugi setiap tahun tetapi pihak Angkasa Pura 1 tetap eksis melakukan tugas rutin sebagai otoritas pengelola jasa penerbangan di daerah ini.

“Apalagi dengan penghentian operasionan perusahaan Merpati membuat pihak pengelola jasa kebandaraan PT Angkasa Pura 1 Frans Kaisiepo terkena imbas karena berkurangnya penerbangan ke Biak,” jelas GM PT Angkasa Pura 1 bandara Frans Kaisiepo.

Mervin mengakui, kondisi penghentian operasional Merpati diharapkan segera teratasi sehingga jasa kebandaraan Internasional Frans Kaisiepo makin ramai serta berdampak dengan pemasukan uang ke daerah.

Merpati berhenti beroperasi tidak hanya mengurangi penumpang saja tetapi dengan stopnya perusahaan penerbangan itu telah memperkecil pemasukan perusahaan bagi pengelolaan jasa kebandaraan di Biak, ungkap GM PT Angkasa Pura 1 Mervin Butarbutar.

Menyinggung 50 tahun emas PT Angkasa Pura 1, menurut Mervin, merupakan persembahan perusahaan dalam mengelola jasa kebandaraan di berbagai daerah Indonesia dengan visi sinergi, adaptif, terpecaya dan unggul.

Untuk mewujudkan komitmen perusahaan dalam mengelola bandara, diperlukan berbagai terobosan di antaranya melakukan rasionalisasi, memperbaruhi kontrak kepemilikan fasilitas bandara serta meningkatkan pelayanan jasa penerbangan sesuai standar Internasional.

“Karyawan perusahaan PT Angkasa Pura 1 bandara Frans Kaisiepo diharapkan terus mewujudkan impian perusahaan dalam memberikan layanan terdepan dan profesional bagi pengelolaan jasa kebandaraan udara di Kabupaten Biak Numfor,” ujarnya.

Puncak peringatan 50 tahun emas PT Angkasa Pura 1 dilakukan berbagai kegiatan apel bendera, seni budaya lomba tari Yosim Pancar, donor darah, anjangsana ke panti bina netra dan pesantren Hidayatulllah serta ziarah ke taman makam pahlawan Nasional Frans Kaisiepo. (machda/tifa)