Angkasa Pura 2

Soekarno – Hatta Bandara Tersibuk ke-8 Dunia

BandaraKamis, 20 Februari 2014
bandara soetta

TANGERANG (beritatrans.com) – Bandara Internasional Soekarno-Hatta naik satu peringkat. Setelah tahun 2012, bertengger di posisi ke-9 sebagai bandara tersibuk di dunia, loncat ke peringkat kedelapan pada tahun 2013. Kenaikan peringkat itu dirilis Airport World yang merupakan media resmi dari Airport Council International.

Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II Daryanto mengutarakan kenaikan peringkat itu karena terus naiknya jumlah penumpang di Bandara Soekarno – Hatta. Tahun 2013 mencapai 62,1 juta penumpang atau meningkat 3,5% dibandingkan dengan 2012 yakni 60 juta penumpang.

“Bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II ini pada 2013 tercatat lebih sibuk dibandingkan dengan Bandara Charles de Gaulle di Paris, Prancis, dan juga Bandara Dallas/Forth Worth di Texas, Amerika Serikat,” ungkap Daryanto lewat siaran pers yang diterima beritatrans.com, Kamis (20/2/2014) siang.

Jumlah pergerakan penumpang di Bandara Charles de Gaulle sebanyak 62 juta penumpang atau naik tipis 0,7%, dan Bandara Dallas/Forth Worth tercatat 60,4 juta penumpang atau meningkat 3,2%. Sedangkan bandara tersibuk di dunia tetap Bandara Hartsfield Jakcson di Atlanta, AS, dengan jumlah pergerakan penumpang 94,4 juta penumpang atau mengalami penurunan 1,13%.

bandara soetta juga
1.200 PENERBANGAN
Dia menjelaskan Bandara Internasional Soekarno-Hatta melayani sekitar 1.200 penerbangan setiap harinya yang dioperasikan oleh sebanyak 44 maskapai asing dan 19 maskapai lokal.

Dia menuturkan dari peringkat Airport Council International tersebut, maka Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga tercatat sebagai bandara tersibuk ke-4 di kawasan Asia Pasifik setelah Beijing Capital International Airport, Haneda International Airport di Tokyo, dan Dubai International Airport. “Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta melayani sekitar 1.200 penerbangan setiap harinya yang dioperasikan oleh sebanyak 44 maskapai asing dan 19 maskapai lokal,” ungkapnya.

Posisi Bandara Internasional Soekarno-Hatta di peringkat ke-8 dunia dan ke-4 di Asia Pasifik ini, Daryanto menegaskan menandakan pertumbuhan industri penerbangan yang cukup signifikan di Indonesia. Rata-rata pertumbuhan industri penerbangan nasional memang mencapai 2,5 kali dari pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

RENCANA PENGEMBANGAN
Daryanto menuturkan PT Angkasa Pura II juga telah memiliki rencana induk pengembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk menghadapi pertumbuhan jumlah penumpang pesawat.

“Terminal 1 dan Terminal 2 akan direvitalisasi dari masing-masing berkapasitas 9 juta penumpang menjadi masing-masing berkapasitas 18 juta penumpang dan 19 juta penumpang. Sementara itu, Terminal 3 yang berkapasitas 4 juta penumpang juga tengah dikembangkan menjadi 25 juta penumpang dimana ditargetkan bisa mulai dioperasikan pada 2015,” jelas Daryanto.

Dari sisi udara, kapasitas 2 runway juga akan ditingkatkan dari saat ini mampu melayani 64 penerbangan per jam menjadi 72 penerbangan tahun ini, lalu kemudian 86 penerbangan pada 2015.

PELAYANAN PRIMA
Senior General Manager PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta Bram Bharoto Tjiptadi menuturkan pihaknya selalu siap memberikan pelayanan prima kepada para penumpang pesawat.

“Bandara Internasional Soekarno-Hatta selalu berupaya untuk meningkatkan pelayanan, baik itu di terminal maupun di fasilitas bandara lainnya seperti lahan parkir atau transportasi publik,” jelas Bram. (aw).