Angkasa Pura 2

Hikayat Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (1)

3 – 4 Jam Perjalanan Bekasi Timur – Tanah Abang

KoridorSenin, 24 Februari 2014
IMG_20140224_145854_edit

BEKASI (beritatrans.com) – Operasional bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) tampaknya tidak bisa optimal karena terganjal macet arus lalu lintas di sepanjang perjalanan. Saat peak hour, terutama pagi dan sore, perjalanan di koridor Bekasi Timur – Jakarta mesti ditempuh 3-4 jam.

Begitu melarnya waktu tempuh diketahui beritatrans.com saat menelusri pelayanan angkutan tersebut dengan naik APTB 07 rute Bekasi Timur – Tanah Abang, Senin (24/2/2014) siang. Bus itu bertarif Rp9.000 per penumpang.

Rahmat, kondektur bus yang dioperasikan PT Mayasari Bakti tersebut, mengutarakan saat pagi bus mesti macet mulai keluar Terminal Bekasi dan terus tersambung macet hingga Semanggi. Kemacetan berlanjut di kawasan Pasar Tanah Abang.

“Paling parah macet di tol Cikampek dan lampu merah Pancoran dan Mampang, juga di Tanah Abang. Gara-garanya ya jalanan penuh mobil pribadi. Bus ini jadi susah bergerak,” ungkap asal Banten dan pernah menjadi sopir Mayasari P50 jurusan Bekasi – Tanah Abang itu.

Saat balik dari Tanah Abang menuju Bekasi saat pagi dan siang, dia mengemukakan harus juga terjebak macet sejak kawasan Tol Jatibenig. Bus merayap hingga jalan ke luar Pintu Tol Bekasi Timur.

Sedangkan kemacetan saat sore, Rahmat mengungkapkan terjadi sejak Tanah Abang dan berakhir di Terminal Bekasi. “Kalau pagi dan sore, bisa 3-4 jam sekali jalan. Kasihan aja sopir, mesti pegel kaki dan pinggang,” ujarnya.

Bahkan ketika ada banjir atau penutupan sebagian ruas jalan oleh pendemo dan kegiatan yang mengerahkan massa, perjalanan bisa ditempuh hingga 6 jam. Dengan waktu tempuh begitu lama, maka terjadi kerugian dalam hal konsumsi BBM dan potensi kehilagan pendapatan

Karena kemacetan itu, dia menuturkan sejak pagi hingga malam hanya bisa 4 rit atau 4 kali bolak-balik Bekasi – Jakarta. “Paling kalau Sabtu dan Minggu bisa 5 rit,” tutur warga Cibitung, Kabupaten Bekasi itu.

Beratnya meningkatkan rit, ayah dari tiga anak itu menjelaskan menyebabkan pendapatan awak bus tak bisa maksimal. Karenanya, dia berharap pemerintah dapat melancarkan arus lalu lintas APTB dan busway.

“Ya bisa aja sih, bus APTB dikasih jalan khusus di jalan tol. Selain itu, waktu di jalur busway, ya lampu hijaunya di perempatan jalan bisa lebih lama lagi untuk APTB dan busway,” cetusnya. (aw).

Baca selanjutnya soal kurang nyaman naik bus APTB karena jalan rusak. Lihat http://beritatrans.com/2014/02/24/beberapa-kali-penumpang-terguncang-di-jalur-busway/