Angkasa Pura 2

Suroyo: Perlu Lajur Khusus Bus APTB di Jalan Tol di Koridor Bodetabek – Jakarta

KoridorRabu, 26 Februari 2014
Suroyo alimoeso

JAKARTA (beritatrans.com) – Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Suroyo Alimoeso mengemukakan transportasi publik berbasis jalan raya di koridor Bodetabek – Jakarta memerlukan lajur khusus di jalan tol, sehingga terbebas dari kemacetan arus lalu lintas.

Gagasan Suroyo dilontarkan berkaitan dengan fakta bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) harus menempuh sekitar 3-4 jam dalam melayani pengguna jasa di koridor Bodetabek – Jakarta, seperti diberitakan beritatrans.com (lihat http://beritatrans.com/2014/02/24/3-4-jam-perjalanan-bekasi-timur-tanah-abang/).

Penyediaan lajur khusus bus APTB di jalan tol, antara lain di lajur cepat atau paling kanan, akan memperpanjang jalur khusus angkutan umum. “Karena di Jakarta sudah ada jalur busway. Maka jalur ini sebaiknya tersambung dengan jalur khusus di jalan tol, misalnya tol Cikampek, hingga Bekasi Barat dan Bekasi Timur,” jelas Suroyo.

Dengan beroperasi di jalur khusus di tol, dia menegaskan bus APTB tidak lagi mengalami macet di sepanjang perjalanan. Tidak tercampur dengan kendaraan lain, terutama mobil pribadi. Waktu tempug perjalanan bus APTB hanya butuh sekitar satu jam saja.

Waktu tempuh lebih cepat, lebih murah dan lebih nyaman, dirjen menegaskan akan semakin merangsang kalangan komuter untuk migrasi dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Pada gilirannya, penggunaan kendaraan pribadi dapat ditekan.

Untuk penyediaan jalur khusus itu, dia menyarankan ada pembahasan secara terpadu dan terkoordinatif antara Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, operator jalan tol dan pemda di Jabodetabek. Kementerian Perhubungan bersedia menjadi leader dan fasilitator pertemuan tersebut.

Dia menegaskan penyediaan jalur khusus di jalan tol itu bukan persoalan sulit dan rumit kalau semua pemangku kepentingan menyadari bahwa keberpihakan kepada transportasi publik merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda,

PAGI & SORE
Sebelumnya beritatrans.com mereportase bus APTB 07 rute Bekasi Timur – Tanah Abang mesti menempuh waktu 3-4 jam sekali perjalanan. Rahmat, kondektur bus yang dioperasikan PT Mayasari Bakti tersebut, mengutarakan saat pagi bus mesti macet mulai keluar Terminal Bekasi.

Kemacetan terus tersambung hingga Semanggi. Kemacetan berlanjut di kawasan Pasar Tanah Abang. “Paling parah macet di tol Cikampek dan lampu merah Pancoran dan Mampang, juga di Tanah Abang. Gara-garanya ya jalanan penuh mobil pribadi. Bus ini jadi susah bergerak,” ungkapnya. (aw)