Angkasa Pura 2

Ch Siregar Tetap Berharap Anaknya Selamat di Musibah Malaysia Airlines

KokpitMinggu, 9 Maret 2014
images(5)

JAKARTA (beritatrans.com) – Sabtu (8/3/2014) pagi, sekitar pukul 07.00. Ch. Siregar bergegas menghubungi anaknya, Firman Chandra Siregar. Dia berharap segera mendapat cerita soal pengalaman anaknya itu berada di Beijing, China.

Namun orangtua itu mesti kecewa. Telepon genggam anaknya tak aktif. Berkali-kali dihubungi, berkali-kali pula tak terdengar nada sambung. Begitu juga pesan singkat via sms tak kunjung dibalas.

Pria itu mencoba menghibur diri dengan meyakinkan bahwa mungkin batterai telepon genggam anaknya habis atau belum mendapat sinyal. Dia berharap segera ditelpon Firman begitu telepon genggam anak itu aktif.

Beberapa jam berlalu, Ch Siregar mesti shock ketika melihat berita pesawat Malaysia Airlines, yang ditumpangi anaknya, hilang setelah 2 jam terbang dari Bandara Kuala Lumpur. Siregar berharap anaknya selamat dan bisa berkumpul lagi dengan keluarga.

Kepada wartawan, Ch Siregar mengungkapkan Firman sempat menghubungi ketika masih di Bandara Kuala Lumpur, Jumat (7/3/2014) malam, sekitar Pk. 23.00. Anaknya akan ke China untuk bekerja di satu perusahaan pertambangan di sana.

“Dia bilang akan segera naik pesawat. Perjalanan ke Beijing sekitar enam jam,” kata CH Siregar, yang ditemui wartawan di rumahnya di Jalan Bunga Kenanga, Medan, Sumatera Utara, Sabtu malam.

TIM POLRI
Tak hanya wartawan, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri, juga mendatangi rumah Ch Siregar. Tim DVI bermaksud mengambil data pembanding para penumpang pesawat dengan nomor penerbangan MH 370 yang berasal dari Indonesia.

Tim terdiri dari tiga personel Polri ini uga mengambil foto Firman Candra Siregar. Petugas juga berencana mengambil sampel darah orang tua Firman dan juga rekam medis Firman.(aw)