Angkasa Pura 2

40 Juta Dokumen Perjalanan Hilang atau Dicuri

BandaraSenin, 10 Maret 2014
1394320019000-AFP-512180599

ROMA (beritatrans.com) – Interpol menyatakan memiliki database mengenai lebih dari 40 juta dokumen perjalanan, yang hilang atau dicuri di seluruh dunia. Dalam kaitan itu, negara dan maskapai penerbangan diingatkan untuk lebih ketat lagi memeriksa paspor pelintas batas.

Tha Straits Times dengan mengutip laporan Reuters, merilis pernyataan Sekjen Interpol, Ronald Noble, bahwa hanya beberapa negara saja yang peduli untuk memeriksa lebih ketat lagi terhadap dokumen perjalanan pelintas batas.

Pernyataan Interpol, Minggu (9/3/2014), berkaitan dengan adanya dua penumpang pesawat nahas Malaysia Airlines, yang menggunakan paspor curian. Paspor itu milik warganegara Italia dan Austria yakni Christian Kozel dan Luigi Maraldi.

Meski demikian, Noble menyatakan terlalu cepat untuk berspekulasi kaitan antara paspor yang dicuri dengan pesawat yang hilang. Yang pasti, merupakan perhatian tinggi terhadap adanya penumpang yang menggunakan paspor curian untuk naik pesawat dengan rute internasional.

Kembali ke masalah puluhan juta dokumen travel yang hilang atau dicuri, dia menegaskan dapat digunakan oleh suatu negara untuk menegakkan hukum, tetapi tidak bagi maskapai penerbangan. Ini adalah situasi yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Kami mempertanyakan kepada sejumlah negara, mengapa harus menunggu suatu tragedi, untuk memberlakukan aturan keamanan yang hati-hati di perbatasan dan pintu cek penumpang,” cetus Noble.

Dia mengingatkan jika saja Malaysia Airlines dan seluruh maskapai penerbangan di seluruh dunia dapat mengecek paspor penumpang di database Interpol, maka kita tidak harus berspekulasi bahwa paspor yang dicuri gigunakan terois untuk naik pesawat Malaysia Airlines, dengan nomor penerbangan MH370 dan hilang Sabtu (8/3/2014) pagi. (aw).

loading...