Angkasa Pura 2

22 Pilot Baru Garuda Indonesia Diwisuda

KokpitSabtu, 15 Maret 2014
garuda - airbus

JAKARTA (beritatrans.com) – Garuda Indonesia  kembali mewisuda 22 pilot baru, termasuk dua orang pilot wanita – dari sekolah penerbang “Bali International Flight Academy (BIFA)”. Pilot-pilot yang baru diwisuda tersebut merupakan pilot tamatan BIFA angkatan ke enam belas, Jumat (14/03/2014).

Acara wisuda dan penyerahan para pilot tersebut dilakukan oleh Chairman BIFA Robby Djohan kepada Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Emirsyah Satar di ruang Auditorium Gedung Manajemen Garuda Indonesia, Cengkareng.

Seluruh pilot tersebut telah siap bergabung dengan Garuda Indonesia setelah menempuh waktu pendidikan serta pelatihan penerbangan selama 12 bulan untuk meraih sertifikasi Private Pilot Licence (PPL), Commercial Pilot License (CPL) dan Instrument Rating. Selanjutnya mereka akan mendapatkan pendidikan lanjutan di Garuda Indonesia Training Center (GITC) selama sekitar tujuh bulan lagi untuk mendapatkan pendidikan “typerating” agar memenuhi kualifikasi dalam menerbangkan jenis pesawat yang akan mereka operasikan nantinya.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Emirsyah Satar mengatakan bahwa kerjasama dengan BIFA ini sangat membantu pencapaian program ekspansi Garuda Indonesia ke depan khususnya dalam pemenuhan kebutuhan Sumber Daya Manusia pilot. “Sejalan dengan program pengembangan perusahaan, khususnya pengembangan armada yang terus kami lakukan, Garuda juga melaksanakan program pengembangan awak pesawat untuk menjamin ketersediaan pilot-pilot yang berkualitas”, tambah Emirsyah Satar.

Chairman BIFA Robby Djohan mengatakan bahwa kerjasama pelatihan para penerbang dengan Garuda Indonesia telah berjalan kurang lebih lima tahun dan telah menghasilkan lebih dari 342 pilot – dimana 10 orang di antaranya adalah pilot wanita. “Kerjasama ini merupakan bentuk komitmen dan dukungan BIFA kepada Garuda Indonesia, maskapai nasional kebanggan Indonesia. Kami bangga telah menjadi bagian dalam program transformasi Garuda Indonesia, khususnya dalam mendukung Garuda Indonesia dalam merealisasikan visinya menjadi perusahaan penerbangan global melalui program Quantum Leap,” tambah Robby Djohan.

Dari total 24 orang lulusan BIFA batch 16 ini, sebanyak 22 orang akan direkrut oleh Garuda Indonesia dan sisanya, 2 orang lagi akan berkarier secara independen.

Untuk mengisi kebutuhan akan pilot-pilot tersebut, selain dengan BIFA, Garuda Indonesia juga bekerjasama dengan STPI Curug dan sekolah penerbang lainnya. BIFA telah berhasil mendidik sebanyak empat belas angkatan pilot Garuda dengan jumlah sekitar 342 pilot dimana angkatan pertama diterima Garuda pada Maret 2010.

BIFA merupakan sekolah penerbang berstandar internasional yang berkedudukan di Bali, yang menawarkan pendidikan dan pelatihan bagi calon penerbang untuk berkarir di bidang industry aviasi sebagai penerbang. Melalui program pendidikan di BIFA para murid berkesempatan untuk mendapatkan sertifikat Commercial Pilot License (CPL) dengan standar tinggi.

Saat ini Garuda Indonesia memiliki lebih dari 1000 orang pilot dan lebih dari 250 siswa pilot yang sedang menjalani pendidikan di Garuda Indonesia Training Center (GITC). Sementara itu, pada tahun 2015 mendatang, Garuda Indonesia akan memiliki lebih dari 1600 penerbang.

Seluruh pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) penerbang tersebut dimaksudkan untuk mendukung ekspansi yang terus dilaksanakan Garuda melalui program jangka panjang “Quantum Leap 2011-2015”. Pada tahun 2014 ini, Garuda Indonesia rencananya akan mendatangkan sebanyak 27 pesawat baru terdiri dari 2 pesawat B777-300, 4 pesawat A330, 12 pesawat B738, 3 pesawat CRJ, dan 6 pesawat ATR 72-600. Saat ini Garuda Indonesia Group mengoperasikan sebanyak 140 pesawat dan melayani sebanyak 64 destinasi di domestic dan internasional.(gis)

loading...