Angkasa Pura 2

Komputer Pesawat Malaysia Airlines Diduga Tak Di-upgrade

KokpitKamis, 20 Maret 2014
komputes pesawat

WASHINGTON (beritatrans.com) – Maskapai Malaysia Airline diketahui pernah menolak penawaran untuk meng-upgrade komputer di pesawat. Padahal upgrade komputer dengan meng-install sistem Swift, maka pesawat akan tetap terus mengirim data walaupun transponder dan Aircraft Communications Addressing and Reporting System (ACARS) mati atau dimatikan.

Upgrade komputer ini pernah dilakukan terhadap pesawat Air France. Washington Post mereportase, dengan sistem Swift yang di-install ke dalam komputer, maka pesawat Air France yang jatuh di Samudera Atlantik pada tahun 2009, terus mengirim data. Walhasil, pesawat itu cepat ditemukan. Hanya butuh lima hari bagi investigator dan tim SAR untuk mencapai lokasi.

Berbeda dengan Air France, Malaysia Airlines justru menolak meng-upgrade sistem yang hanya seharga 10 dolar AS/komputer tersebut. Akibatnya, ketika transponder dan ACARS mati, pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 sama sekali berhenti mengirimkan data.

Padahal kalau saja komputer Malaysia Airlines sudah di-upgrade, maka walaupun transponder dan ACARS dimatikan, Swift System akan tetap mengirimkan data, termasuk lokasi pesawat, performansi mesin, konsumsi bahan bakar, dan kecepatan. Data ini sama dengan yang dikirimkan oleh komponen ACARS dalam pesawat.

Dalam install tertentu, Swift System juga bisa diprogramkan untuk mengirim data ke pabrik pembuat pesawat, antara lain Boeing dan Airbus. Bahkan bisa juga pabrik pembuat mesin pesawat, seperti Rolls Royce or Pratt & Whitney. Hanya saja, sejumlah maskapai memang memutuskan tidak memerlukan upgrade komputer dan meng-install sistem tersebut, dengan pertimbangan adanya penambahan biaya, dan peralatan itu dibutuhkan hanya dalam keadaan esktrem.

DIMATIKAN MANUAL
Seperti diketahui transponder dan ACARS pesawat MH370 dimatikan secara manual setelah pesawat itu terbang dari Bandara Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (8/3/2014) malam. Aksi mematikan dua peralatan navigasi itu diduga dilakukan oleh pilot atau pembajak.