Angkasa Pura 2

KPU Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Batu Mulia Rp485,6 Miliar

DermagaKamis, 20 Maret 2014
DERMAGA --- penyelundupan Tanjung Priok

JAKARTA (beritatrans.com) — Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tanjung Priok menggagalkan upaya penyelundupan 6 kontainer batu mulia /batu semi mulia senilai Rp485,6 miliar. Batu mulia itu rencananya akan diekspor ke Taiwan, China, dan Amerika Serikat.

Dirjen BC, Agung Kuswandono Kamis (20/03/2014) di KPU BC Tanjung Priok mengatakan, jenis batu mulia yang mau diselundupkan meliputi jenis kalsedon, batu kuarsa, obsidian warna biru/coklat, jasper kalsedon, aget kalsedon dan berbagai jenis lain.

Menurut Dirjen BC ekspor batu mulia dilarang berdasarkan sejumlah Peraturan Menteri Perdagangan antara lain No. 44/M-DAG/PER/7/2012.

Para tersangka pelaku (eksportir) dalam dokumen melaporkan 6 kontainer tertsebut berisi ‘natural stone’ (batu alam). Tapi setelah dilakukan pemeriksaan fisik berisi berbagai jenis batu mulia.

Menurut Dirjen BC batu mulia biasanya digunakan untuk perhiasan seperti mata cincin, giwang, liontin mau pun gelang. Selain digunakan untuk bahan dekorasi seperti profil hewan, tumbuhan, dan lain lain dengan harga sangat menggiurkan.

Modus operandi yang dilakukan para tersangka dengan cara menggunakan nama perusahaan milik orang lain CV JL, PT BKT, CV BSA dan juga menggunakan perusahaan ekspor milik sendiri PT Yaja dan PT SHS. (wilam)