Angkasa Pura 2

Selama Ditutup Kerugian Mencapai Rp1,3 Miliar

BandaraKamis, 20 Maret 2014
kabut asap-pesawat

TANGERANG (beritatrans.com) — Operasional penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, mulai normal setelah beberapa waktu lalu sempat terganggu akibat asap pembakaran lahan. Kerugian akibat ditutupnya bandara ini ditaksir mencapai Rp1,3 miliar.

“Pagi ini, seluruh maskapai melayani penerbangan sesuai jadwal kecuali Sky Aviation yang melaporkan berhenti operasi hingga 31 Maret 2014,” jelas Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II, Daryanto.

Adapun maskapai yang beroperasi di Bandara Sultan Syarif Kasim II adalah AirAsia, Batik, Citilink, Eastindo, FireFly, Garuda Indonesia, Lion Air, Mandala Tiger, Pelita Air, Silk Air, Sriwijaya, dan Sky Aviation.

Rute-rute yang dilayani maskapai tersebut diantaranya dari Pekanbaru ke Jakarta, Kuala Lumpur, Batam, Karimun, Medan, Rengat, Yogyakarta, dan Bandung.

“Penerbangan pagi ini di Bandara Sultan Syarif Kasim II sudah normal sesuai jadwal, sebagian besar maskapai sudah beroperasi penuh. Semoga penerbangan terus normal,” ujar Daryanto.

Daryanto menegaskan, operasional penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II sempat terganggu. Pada 23 Februari 2014 hingga 17 Maret 2014 tercatat sebanyak 474 penerbangan dibatalkan, 297 penerbangan mengalami keterlambatan, dan 29 penerbangan dialihkan ke kota lain.

Hal tersebut menyebabkan PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Sultan Syarif Kasim II kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp1,3 miliar diantaranya dari Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara atau PJP2U dan biaya pendaratan pesawat.

“Asap pembakaran lahan juga sempat mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumatra Barat, pada 13 Maret 2014 hingga 17 Maret 2014,” ujarnya.

PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp241,39 juta, dengan sebanyak 112 penerbangan keberangkatan dibatalkan.(machda/awe).