Angkasa Pura 2

SBY: Indonesia Harus Membangun Konektivitas Transportasi Nasional

BandaraSabtu, 29 Maret 2014

DELISERDANG (beritatrans.com) — Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan ke depan bangsa ini harus segera membangun konektivitas transportasi, darat, laut maupun udara.

“Untuk membangun Indonesia agar benar-benar utuh sebagai negara maritim, kuncinya perlunya terbangun konektivitas transportasi nasional. Siapa yang harus memulai ya BUMN dan kalangan swasta,” tegas Presiden SBY saat meresmikan enam pembangunan bandara di Indonesia dan Geopark Kaldera Toba di Bandara Kualanamu, Kamis (27/3/2014). Hadir dalam kesempatan itu Menteri Perhubungan EE Mangindaan, mantan wapres Jusuf Kalla, Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, Dirut PT AP II.

Karena itu, tambah SBY salah satu hal untuk membangun konektivitas itu terwujud dirinya mengajak pemerintah daerah turut partisipasi untuk mewujudkan konektivitas tersebut melalui APBD-nya. Misalnya dengan membangun infrastruktur yang menghubungkan satu pulau ke pulau lain.

Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan mengatakan, peningkatan itu dapat dilihat dari jumlah penumpang moda udara pada 2011 yang mencapai 68,349 juta orang.
Jumlah pengguna jasa transportasi udara melalui berbagai bandara yang ada di Tanah Air tersebut meningkat 19,4 persen pada tahun 2012, sedangkan pada 2013 mencapai 85,176 juta penumpang.

Menhub menyatakan, trasnportasi memiliki peranan strategis, bahkan menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat, terutama jasa transportasi udara.

Untuk itu, Kementerian Perhubungan terus berupaya meningkatkan dan mengembangkan sejumlah infrastruktur bandara guna mengimbangi meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Bandara Kualanamu dibangun sebagai jawaban atas meningkatnya kebutuhan pengguna jasa transportasi setelah Bandara Polonia melebihi kapasitas dan berada di tengah kota.

“Konidisi itu berpengaruh pada pelayanan bandara dan keselamatan penerbangan,” katanya.

Selain Bandara Kualanamu, Kementerian Perhubungan juga telah menyelesaikan pengembangan lima bandara lain yakni Bandara Sultan Syarif II di Riau, Bandara Raja Haji Fisabilillah di Kepulauan Riau, Bandara Pekon Serai di Lampung Barat, Bandara Pagar Alam di Sumatera Selatan, dan Bandara Muara Bungo di Jambi.

“Masih banyak proyek sektor transportasi yang akan selesai pada 2014 dan akan diresmikan,” katanya.
Gubernur Sumatera Barat Gatot Pudjo Nugroho mengungkapkan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah bersama-sama mewujudkan kehadiran Kualanamu di provinsinya itu.

“Akhirnya Kualanamu hadir di provinsi ini. Ini tidak terlepas dari usaha semua pihak,” ujar Gatot dalam sambutannya. (mulya)