Angkasa Pura 2

INSA Persembahkan Apresiasi kepada Menko Perekonomian dan Menteri Perhubungan

DermagaKamis, 10 April 2014
Carmelita(1)

JAKARTA (beritatrans.com) – Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia (INSA), Kamis (104/2014) malam, menyerahkan apresiasi dalam rangka Sembilan Tahun Asas Cabotage di Indonesia.

Apresiasi itu dipersembahkanuntuk Menko Perekonomian Hatta Rajasa selaku Ketua Tim Pelaksana Inpres No. 5 tahun 2005 dan Menhub EE Mangindaan selaku Wakil Ketua/Ketua Harian Tim Pelaksana Inpres No.5 tahun 2005.

Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto mengatakan perkembangan industri pelayaran di Indonesia selama sembilan tahun terakhir, khususnya sejak Instruksi Presiden No.5 tahun 2005 yang menandai dimulainya program nasional asas cabotage di Indonesia.

Dia menjelaskan pertumbuhan armada niaga nasional sangat cepat dalam menguasai angkutan laut domestik sehingga kni, negara kita surplus pelayaran, kecuali sektor offsore yang diharapkan dapat dipenuhi paling lambat tahun 2015.

“Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi Indonesia, khususnya sektor transportasi laut tanpa Inpres No.5 tahun 2005.
Sebab, 10 tahun sebelum Inpres itu terbit, populasi kapal asing di
perairan Indonesia lebih mendominasi dibandingkan kapal berbendera Merah Putih,” ujarnya.

Bahkan kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia kian menggurita. Hingga tahun 2005, sebanyak 44,5 persen muatan laut dalam negeri dan 95 persen muatan laut ekspor dan impor telah mereka kuasai.

“Kondisi itu tentu menjadi keprihatinan kita sebagai bangsa maritime. Tetapi, syukur Alhamdulillah, baru sembilan tahun asas cabotage dilaksanakan, kondisi pelayaran di Indonesia berubah drastic. Pelayaran nasional kita menjadi Tuan Rumah di neeri sendiri.”

Dia menjelaskan di tingkat regional, rangking kapal nasional berdasarkan
kapasitas terpasang mampu menyalip Malaysia, Thailand dan Fhilipina
di kawasan ASEAN.

“Berkat asas cabotage itu juga, perekonomian nasional terus bergerak karena kebijakan itu berdampak besar terhadap perkembangan industri
galangan, keuangan, perbankan, asuransi, perdagangan, logistic,
kepelabuhanan, usaha bongkar muat bahkan industri creative.”

Keberhasilan asas cabotage juga sudah dirasakan langsung oleh
masyarakat melalui meningkatnya akses konektivitas domestik, tarif
angkutan yang semakin kompetitif, infrastruktur transportasi laut yang
berkembang hingga lapangan pekerjaan yang bertumbuh.

Kini, berdasarkan success story asas cabotage, INSA bertekad untuk
mensukseskan program beyond cabotage atas angkutan ekspor dan impor guna mengurangi deficit neraca jasa dan mendukung peningkatan nilai tambah ekspor. (leny/egis)