Angkasa Pura 2

Proyek Tol Pelabuhan Tanjung Priok Terganjal 45 Rumah

KoridorRabu, 16 April 2014
20130214_Pembangunan_Tol_Tanjung_Priok_6154

JAKARTA (beritatrans.com) – Proyek akses jalan tol menuju Pelabuhan Tanjung Priok terganjal 45 rumah yang belum dibebaskan karena persoalan besaran ganti rugi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menggusur rumah tersebut setelah ada keputusan dari pengadilan.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan rumah yang belum dibebaskan tersebut terdiri dari 34 rumah di Koja dan 11 rumah di Kali Baru. Meski demikian, dia menyatakan pemrpov yang segera menyelesaikan masalah itu, sehingga akses jalan tol bisa tuntas tahun ini.

“Ini memang masih ada problem, terutama pembebasan tanah, ada beberapa titik yang harus diselesaikan. Jalan tolnya akhir tahun rampung lah,” kata Jokowi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (16/4/2014)

Adanya persoalan itu juga diakui Walikota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono. Ia menjelaskan, salah satu kendala dalam pembebasan lahan adalah tingginya harga ganti rugi yang diminta warga.

Warga Koja, meminta ganti rugi sebesar Rp35 juta. Sedangkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di kawasan tersebut Rp12,5 juta.

“Kami mau beli Rp7 juta per meter mereka tidak mau. Jadi dinaikan lagi jadi Rp12,5 per meter. Itu sudah tidak ada negosiasi lagi, Rp12,5 juta warga harus mau,” kata dia menegaskan.

Di Kali Baru, warga meminta ganti rugi sebesar Rp10 juta. Namun, pemerintah hanya akan memberi kompensasi Rp1,9 juta. Sebab, lahan yang ditempati warga sejatinya milik PT Pelabuhan Indonesia II.

Jika sudah menerima surat dari pengadilan soal pembebasan lahan, Heru memastikan akan langsung menertibkan rumah warga yang menghalangi proyek, baik di Koja maupun Kali Baru.

Setelah pembangunan jalan tol menuju Tanjung Priok rampung, Jokowi berharap kemacetan di sekitar wilayah pelabuhan bisa terurai. Sehingga, akses masuk dan keluar barang ke pelabuhan pun bisa semakin cepat.

Seperti diketahui, kemacetan panjang memang menjadi masalah di akses menuju Tanjung Priok. “Di sini macet terus, pagi, siang, sore. Macet truk kontainer bisa berjam-jam,” kata Jokowi.(wilam/aw).

loading...