Angkasa Pura 2

3 Kapal Roro akan Angkut Kendaraan Pemudik Lebaran Merak – Surabaya

KoridorJumat, 18 April 2014
IMG-20140418-WA000

JAKARTA (beritatrans.com) – Kerusakan parah di jalur pantai utara (Pantura) Jawa, terutama di koridor Subang dan Indramayu, Jawa Barat, dipastikan bakal menjadi persoalan besar dalam proses mudik Lebaran. Karena itu, kementerian perhubungan berencana menyediakan kapal feri jenis roll on roll off (roro) beroperasi di lintas Merak – Jakarta – Cirebon – Semarang dan Surabaya.

Pernyataan Kementerian Pekerjaan Umum bahwa perbaikan jalan Pantura hanya bisa selesaikan 20 persen saja pada putaran mudik Lebaran, Dirjen Perhubungan Darat Suroyo Alimoeso mengemukakan dapat dipahami mengingat perbaikan jalan memang membutuhkan proses waktu panjang, terlebih tingkat kerusakan begitu parah akibat hujan dan rob.

Kepada beritatrans.com, Jumat (18/4/2014), dirjen mengutarakan kerusakan jalan tersebut merupakan tantangan bagi Kementerian Perhubungan untuk mengeksplorasi solusi agar kemacetan arus kendaraan pemudik Lebaran tidak lantas parah. Salah satu solusi yang sedang dipertimbangkan adalah mengoperasikan tiga kapal roro di lintas Merak – Jakarta – Cirebon – Semarang dan Indramayu

Kapal masing-masing bertonase 3.000 GT tersebut saat ini masih proses pembangunan di galangan antara lain di Surabaya dan Lampung. “Dijadwalkan selesai akhir tahun 2014. Hanya saja, kami yakin pihak galangan dapat mempercepat sehingga awal Juni bisa selesai dan langsung dioperasikan untuk angkut kendaraan pemudik Lebaran,” ujar Suroyo.

Kapal itu dapat mengangkut mobil, bus dan truk. “Pemudiknya bisa terangkut sekaligus. Penggunaan kapal ini dapat mengurangi sekitar 10-20 persen beban di jalur Pantura. Kami meyakini bila kapal ini disediakan dan tersosialisasi dengan baik, maka peminatnya akan membludak. Masyarakat tentu akan lebih nyaman dan aman naik kapal ketimbang harus menghadapi jalan rusak dan kemacetan arus lalu lintas,” cetusnya.

RATUSAN CCTV
Selain penyiapan kapal roro itu, Dirjen Perhubungan Darat mengungkapkan pihaknya menyiapkan ratusan CCTV yang sistemnya terintegrasi dan terkoneksi. Perlatan pemantau visual itu akan ditebar antara lain di stasiun kereta api, terminal bus, bandara, pelabuhan penyeberangan, dan pelabuhan laut.

Dengan terintegrasi dan terkoneksinya jaringan CCTV tersebut, Suroyo Alimoeso menuturkan diharapkan pihak-pihak yang berkaitan dengan pengendalian angkutan Lebaran dapat mendapatkan solusi yang dipecahkan bersama ketika terdapat persoalan-persoalan di lapangan. Peralatan ini selanjutnya dapat dipakai setelah periode mudik Lebaran dilewati. (machda/aw).