Angkasa Pura 2

Proyek Bandara Ahmad Yani Masih Misteri

BandaraJumat, 18 April 2014
Semarang Barat-20140413-00516_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Walaupun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan persoalan terkait proyek perluasan Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah (Jateng) diselesaikan dalam waktu dua minggu. Meskipun sudah kabar pada 25 April 2014 akan groundbreaking. Tetapi ternyata urusan proyek bandara tersebut masih belum jelas.

Bakal tertunda lagi proyek perluasan bandara di ibukota Jawa Tengah itu dapat disimpulkan dari pernyataan Corporate Secretary PT Angkasa Pura I Farid Nugraha dan Direktur Teknik PT Angkasa Pura I Polana Banguningsih Pramestikepada beritatrans.com, Kamis (17/4/2014).

Mereka menyatakan BUMN yang kini bernama Angkasa Pura Airports tersebut berkeberatan bila tarif sewa lahan milik TNI AD naik nyaris lima kali lipat. Kenaikan tarif sewa itu amat membenani investasi perusahaan. Apalagi, mesti dibayar di muka. “Investasi itu menjadi tidak feasible,” tegas Farid dan dibenarkan Polana. “Apalagi karena depresiasi rupiah, investasi yang semula Rp1,1 triliun, naik menjadfi Rp1,5 triliun,” tambah Polana.

Kenaikan tarif sewa itu ditetapkan Kementerian Keuangan dan mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 6 tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. Kementerian itu memberikan restu melalui Dirjen Kekayaan Negara dengan harga sewa Rp 438.000 per meter dari semula Rp 90.000 meter.

Farid dan Polana mengemukakan perusahaan menyadari bahwa kenaikan ini didasarkan atas meningkatnya NJOP lahan tersebut. Akan tetapi yang perlu diketahui kalau lahan pengembangan bandara ini 90 persen merupakan tanah rawa. “Nilainya jomplang sekali. Memang ada peningkatan NJOP Rp 90.000 ke Rp 128.000 setelah kita evaluasi. 90 persen yang dipakai itu rawa. Itu nggak logis disamakan dengan tanah keras,” ujar Polana.

Menyinggung tentang perintah Presiden SBY agar masalah yang mengganjal proyek Bandara Ahmad Yani dapat diselesaikan dalam tempo dua minggu, Farid mengutarakan sejauh ini belum ada perkembangan. Posisinya masih sama.

Perintah presiden itu diungkapkan Menko Perekonomian Hatta Rajasa. “Bapak Presiden meminta dalam waktu dua minggu ke depan hal-hal teknis kerjasama antara Angkasa Pura dan Kemenhan yang memiliki lahan tuntas,” kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam konferensi pers usai rapat kabinet terbatas di Istana Negara, Rabu (2/4/2014).

Jadi karena belum ada solusi maka belum bisa dipastikan ground breaking dimulainya proyek Bandara Ahmad Yani dapat digelar 25 April 2014, tanya beritatrans.com. Farid dan Polana kompak mengangkat bahu.

20-30 TAHUN
Pengembangan Bandara Ahmad Yani diprediksi selesai dalam dua tahun. Perluasan bandara tersebut akan mampu menampung jumlah penumpang, pesawat, dan muatan kargo hingga 20-30 tahun ke depan. Dalam masterplan, rencana pengembangan disebutkan, apron akan dibangun dua tahap yakni pertama, seluas 61.344 meter persegi dan kedua seluas 72.522 meter persegi. Terminal baru akan dibangun seluas 40.900 meter persegi dengan kapasitas empat juta penumpang per tahun.

Dalam pembangunan itu, rincian anggaran pekerjaan untuk paket satu meliputi pekerjaan pengurugan tanah dan pembuatan jalan akses senilai Rp 272 miliar. Sedangkan, pekerjaan terminal dan fasilitas penunjang masuk pada paket dua, dengan estimasi anggaran Rp 605 miliar.

Pada paket tiga masuk pekerjaan bangunan lain, seperti fasilitas penunjang dan lanskap masuk dengan pagu anggaran Rp 98 miliar. Sementara, pagu untuk paket empat yang meliputi pembuatan apron dan taxi way sebesar Rp 120,5 miliar.

loading...