Angkasa Pura 2

Butuh Rp863 Triliun Guna Kembangkan Transportasi Indonesia

KoridorSelasa, 22 April 2014
Wamenhub 1

JAKARTA (beritatrans.com) – Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Perhubungan 2015-2019 yang fokus terhadap 4 kebijakan nasional yaitu membangun konektivitas nasional, mendorong industri transportasi nasional, melakukan internalisasi dan integrasi isu-isu strategid lintas sektoral, dan revitalisasi tranportasi perkotaan.

Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono mengatakan besaran investasi yang diperlukan untuk pengembangan transportasi dalam 5 tahun ke depan berkisar antara Rp863 triliun (skenario MP3EI dampai dengan Rp1.269 triliun (skenario pendekatan makro gasil Studi Bappenas-JICA). Investasi transportasi tidak pernah dan tidak akan bisa ditanggung hanya oleh pemerintah saja.

“Dalam peraturan perundanganan yang ada, saat ini sektor swasta diberikan peluang yang besar untuk melakukan investasi pada proyek-proyek yang bersifat komersial dan cost recovery,” ucapnya di Kementerian Perhubungan, Selasa (22/04/2014).

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, undang-undang yang baru juga memberi ruang bagi kerjasama antara pemerintah dan swasta dalam situasi dimana proyek-proyek tersebut kurang layak secara finansial namun sangat layak secara ekonomi dan dibutuhkan masyarakat. Pembangunan transportasi ke depan harus didukung oleh investasi swasta.

Beberapa rencana pengembangan sektor transportasi yaitu, pengembangan pelabuhan sesuai dengan Rencana Induk Pelabuhan Nasional memproyeksikan total kebutuhan investasi pelabuhan 5 tahun ke depan sebesar USD 12,4 miliar. Jalur Ganda KA Lintas Utara Jawa sepanjang 727 Km yang akan selelsai pada akhir April 2014 ini meningkatkan frekuensi dan kapasitas Kereta Api sampai 200-300%.

Jumlah bandara umum sebanyak 237, akan bertambah pada tahun 2030 yang rencananya akan dibangun 62 bandara baru. Angkutan penyeberangan dirancang untuk mewujudkan 3 sabuk yaitu sabuk utara, sabuk tengah, dan sabuk selatan, sampai 2014 sudah diselesaikan keterhubungan seluruh lintas penyeberangan di 2 sabuk yaitu sabuk selatan dan tengah yang didukung 149 pelabuhan.

“Sedangkan untuk transportasi perkotaan, direncanankan akan dibangun secara bertahap Keretap Api Perkotaan di beberapa kota besar di Indonesia, yaitu Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya, Makasar, Manado. Pengembangan kereta perkotaan ini denhan pendekatan keterpaduan layanan antar dan inter moda yang berbasis Transit Oriented Developement (TOD), dengan total panjang rencana KA Perkotaan mencapai 3.760 km dengan kebutuhan kereta sebanyak 6.016 kereta,” tutupnya.(gis/len)