Angkasa Pura 2

Melancong ke Kota ‘Lanting’

Menikmati Pantai Ayah Nan Menawan

DestinasiSelasa, 22 April 2014
pantai ayah-2

CUKUP melelahkan perjalanan Bekasi-Gombong dengan naik bus malam. Betapa tidak? Sejak Senin malam pukul 22.00, baru sampai Gombong sekitar pukul 12.30 Selasa siang. Bukan main badan ini, terasa pegal-pegal. Namun rasa itu sedikit terkurangi tatkala mendengar deburan ombak Pantai Ayah di Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Telisik dari sejarah nama Kebumen konon berasal dari kabumian yang berarti sebagai tempat tinggal Kyai Bumi setelah dijadikan daerah pelarian Pangeran Bumidirja atau Pangeran Mangkubumi dari Mataram pada 26 Juni 1677, saat berkuasanya Sunan Amangkurat I.

Sebelumnya, daerah ini sempat tercatat dalam peta sejarah nasional sebagai salah satu tonggak patriotik dalam penyerbuan prajurit Mataram (zaman Sultan Agung) ke benteng pertahanan Belanda di Batavia. Saat itu Kebumen masih bernama Panjer.

Kebumen di Barat berbatasan dengan kabupaten Banyumas dan Cilacap. Di Timur berbatasan dengan kabupaten Wonosobo dan Purworejo. Di Utara berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara, sementara di Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia.

pantai ayah

Kecamatan Gombong bagian dari wilayah Kebumen berada di selatan Kebumen. Gombong suatu daerah yang terdiri dari pegunungan kapur, yang membujur hingga pantai selatan, dimana terdapat banyak gua dengan stalaktit dan stalagmit di dalamnya.

Seperti kebanyakan masyarakat di daerah pedesaan, penduduk Gombong pun sangat bersahabat. Keramahan penduduk di sana terasa kental saat berinteraksi dengan mereka.

Gombong hanyalah sebuah wilayah yang kecil saja, luas wilayahnya kurang lebih 19,48 KM2. Setidaknya ada 14 desa yang masuk kecamatan Gombong.

Mayoritas pekerjaan penduduk di sana adalah bertani, walau banyak juga yang mencari nafkah dengan cara home industry yaitu memproduksi makanan khas daerah berupa lanting atau pisang sale. Sementara untuk camilan, tempe mendoan juga banyak dijajakan di sana.

Pantai Ayah, atau juga dikenal dengan sebutan Pantai Logending, adalah salah satu obyek wisata pantai yang berada di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Obyek wisata ini cukup terkenal karena memadukan antara wisata hutan dengan wisata bahari, yaitu Hutan Wisata Logending dan Pantai Ayah. Hutan Wisata Logending merupakan kawasan hutan jati milik Perum Perhutani Kedu Selatan yang berada di dekat pantai tersebut.

Pantai yang berjarak sekitar 8 km dari obyek wisata Gua Jatijajar ini, memiliki pemandangan alam yang indah dengan air yang jernih, serta hamparan pasir yang luas dan landai. Di kawasan wisata ini, pengunjung dapat menghirup udara segar sambil berjalan-jalan menyusuri pantai. Tak hanya itu, wisatawan juga dapat bermain sepak bola, voli pantai, maupun duduk bersantai di atas pasir.

lanting

Selain dikenal objek wisatanya, Gombong juga dikenal dengan makanan khasnya yang tak lain ‘lanting’ — makanan ringan (snack) yang berbahan dasar singkong atau ketela pohon, dimana singkong tersebut diparut, diberi bumbu seperti penyedap rasa, garam, lalu digiling memanjang, dibentuk angka delapan atau bulatan besar, kemudian digoreng.

Pada awalnya, lanting dijual dengan rasa standar, tidak ada inovasi rasa apapun, tapi seiring berjalannya waktu, lanting bisa dinikmati dalam berbagai rasa seperti jagung bakar, keju, barbeque, pedas manis, rasa daging sapi, rasa bawang, dll.

Yang menarik dari bisnis lanting di Gombong adalah, proses pembentukan lanting biasanya dilakukan secara alami (memakai tangan) bukan mesin, dan banyak home industry disana yang meminta bantuan penduduk setempat untuk membentuk lanting mereka (sebelum proses penggorengan) dengan bayaran tertentu.

Memang tidak besar sih bayarannya, tapi bagi seorang ibu rumah tangga yang mencari penghasilan tambahan, lumayanlah mengerjakan pekerjaan itu, lagipula tidak terlalu repot mengerjakannya, bisa dilakukan saat mereka punya waktu senggang.

Lanting yang sudah digiling (bentuk memanjang) bisa mereka ambil di pabrik/home industry yang memproduksi lanting, lalu dibentuk angka delapan/bentuk bulat oleh mereka dan dikembalikan ke home industry itu untuk kemudian di goreng. (zeolita)