Angkasa Pura 2

Rencana Strategis Kemenhub Fokus Pada 4 Kebijakan Nasional Sektor Perhubungan

KoridorSelasa, 22 April 2014
Wamenhub

JAKARTA (beritatrans.com) – Saat ini Kementerian Perhubungan sedang menyusun Rencana Strategis (Renstra) sektor perhubungan 2015-2019 yang akan menjadi acuan perencanaan pembangunan nasional sektor perhubungan bagi pemerintah baru mendatang. Renstra tahun 2015-2019 disusun di tengah-tengah pertumbuhan perekonomian yang sangat dinamis, bukan saja oleh karena kondisi perekonomian global yang fluktuatig akibat berbagai krisis akan tetapi juga karena perekonomian nasional yang relatif stabil namun tetap masih rentan terhadap pengaruh global. Selain itu beberapa proyeksi jangka panjang juga menjelaskan prospek Indonesia sebagai negara dengan perekonomian maju di dunia.

Menurut Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, Renstra 2015-2019 akan berisi 4 kebijakan nasional sektor perhubungan, yaitu membangun konektivitas nasional, mendorong industri transportasi nasional, melakukan internalisasi dan integrasi isu-isu strategis lintas sektoral, dan revitalisasi transportasi perkotaan.

“Untuk mendukung kebijakan konektivitas nasional dan industri transportasi nasional, program dan proyek strategis sudah mulai dilaksanakan dalam masa pemerintahan sekarang dan akan terus dilanjutkan dalam pemerintahan 5 tahun ke depan,” katanya kepada wartawan di Ruang Mataram Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (22/04/2014).

Bambang menambahkan, beberapa rencana pengembangan sektor transportasi antara lain adalah pengembangan pelabuhan sesuai dengan Rencana Induk Pelabuhan Nasional, jalur ganda Kereta Api Lintas Utara Jawa sepanjang 727 Km akan selesai pada akhir April 2014 ini, jumlah bandara umum 237 akan bertambah pada tahun 2030 karena akan dibangun 62 bandara baru.

Lebih lanjut, angkutan penyeberangan juga dirancang dengan mewujudkan 3 sabuk penyeberangan, yakni sabuk utara, sabuk tengah, dan sabuk selatan, sampai 2014 telah diselesaikan keterhubungan seluruh lintas penyeberangan di 2 sabuk yaitu selatan dan sabuk tengah yang didukung 149 pelabuhan, 179 lintas penyeberangan dan 267 kapal penyebarangan. Sedangkan untuk transportasi perkotaan, direncanakan akan dibangun secara bertahap Kereta Api Perkotaan di beberapa kota di Indonesia (Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Denpasar, Batam, Medan, Palembang, Pekanbaru, Padang, Lampung, Makasar dan Manado).

“Investasi yang diperlukan untuk pengembangan transportasi 5 tahun ke depan berkisar antara Rp863 Triliun sampai dengan Rp1.269 Triliun. Sesuai pertauran perundang-undangan investasi ini diberikan peluang kepada pihak swasta untuk bekerja sama dengan pemerintah, dimana dalam situasi proyek-proyek tertentu yang kurang layak secara finansial namun sangat layak secara ekonomi dan dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.(gis/len)