Angkasa Pura 2

Dirjen Capt. Bobby Tinjau Alur Pelayaran Barat Surabaya

DermagaJumat, 25 April 2014
bobby tinjau tj perak

SURABAYA (beritatrans.com) – Dengan menggunakan kapal survey, Dirjen Perhubungan Laut Capt. Bobby R.Mamahit meninjau alur pelayaran barat Surabaya dan perairan untuk Pelabuhan Socah, Madura.

Peninjauan itu didampingi antara lain Direktur Pelabuhan dan Pengerukan Ditjen Perhubungan Laut Adolf R Tambunan, Syahbandar Pelabuhan Utama Tanjung Perak Chris Wanda, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak I Gde Nyoman Saputra, dan Direktur Utama PT Pelindo Marine Service Moch. Chairoel Anwar, Jumat (25/4/2014).

Bobby R Mamahit melihat begitu padatnya antrean kapal di alur pelayaran. “Memang mesti diatur dengan tegas, namun bijak. Saya mendukung penuh kebijakan mengatur kapal berlabuh, dalam rangka keselamatan dan kelancaran arus kapal,” jelas Bobby kepada beritatrans.com.

Kelancaran arus kapal tersebut, mantan Administrator Pelabuhan Sorong dan Tanjung Priok tersebut menyatakan memang menguntungkan pengusaha pelayaran dan pemilik barang.

Pabean Cantikan-20140425-00593

Karena kepadatan di alur pelayaran dan di dalam pelabuhan menjadi berkurang. Dengan demikian, berkurang secara signifikan potensi hambatan terhadap arus lalu lintas kapal untuk bongkar muat.

Hanya saja, dia memerintahkan kepada syahbandar untuk secara rutin patroli. “Kapal KPLP mesti dijadwalkan agar secara teratur. Patroli rutin dan melibatkan instansi terkait ini akan menjamin penataan kapal berlabuh bisa berlangsung dengan baik,” tegasnya.

Dia kembali menegaskan syahbandar dan otoritas pelabuhan untuk bahu-membahu menjaga aspek keselamatan. “Jangan lagi terjadi insiden kapal di perairan Surabaya ini,” cestua Dirjen Perhubungan Laut.

300 KAPAL
Perintah dirjen disambut kesiapan Syahbandar Chris Wanda dan Kepala Otoritas Pelabuhan I Gde Nyoman Saputra. Syahbandar mengungkapkan di alur pelayaran barat Surabaya setiap hari terdapat 180 kapal yang lalu lalang. Sedangkan keseluruhan armada yang berada di perairan tersebut sekitar 300 kapal.

“Kepdatannya relatif melebihi Pelabuhan Tanjung Priok. Karena itu, kami bersama otoritas pelabuhan solid untuk menata kapal berlabuh. Penataan ini semakin dibutuhkan mengingat dimulainya pekerjaan pendalaman dan pelebaran alur pelayaran,” ungakp Chris Wanda.

Pekerjaan pendalaman dan pelebaran alur itu, I Gde Nyoman Saputra menuturkan dilakukan oleh PT Pelabuhan Indonesia III. Pekerjaan fisiknya di lapangan menggunakan perusahaan pengerukan kelas dunia asal Belanda, Van Oord. (aw).