Angkasa Pura 2

Garuda Tolak Usulan Menteri BUMN untuk Gunakan Pesawat Merpati

KokpitSabtu, 3 Mei 2014
Garuda Old and New Livery Soekarno Hatta International Airport

JAKARTA (beritatrans.com) — Maskapai penerbangan nasional plat merah Garuda Indonesia telah mendapatkan izin untuk mengambil alih rute penerbangan Merpati Nusantara Airlines di Lombok maupun Sumbawa Besar. Rute penerbangan jarak dekat ini bisa dioperasikan oleh sub-brand Explore dengan menggunakan pesawat ATR 72-600 yang berkapasitas 70 kursi.

Selain mendapatkan izin untuk mengambil alih rute penerbangan Merpati, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan juga mengusulkan kepada Garuda Indonesia untuk menggunakan pesawat milik Merpati.

Meski begitu, usul Dahlan ini ditolak langsung oleh Garuda Indonesia dengan alasan pesawat tidak memiliki sertifikasi dari Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat.

Pesawat yang dimaksud Dahlan Iskan adalah pesawat jenis MA60 buatan China yang sebelumnya banyak digunakan oleh Merpati untuk melayani penerbangan di kawasan Nusa Tenggara dan Indonesia Timur lainnya.

Dahlan beranggapan, jika pesawat Merpati itu digunakan Garuda Indonesia, maka Merpati akan mendapatkan uang sewa yang bisa digunakan untuk membayar pegawai.
“Garuda kan punya ATR, pesawat kecil, tapi kalau tidak bisa, saya usulin pakai pesawat bekas Merpati yang tidak terpakai lagi untuk disewa dan akan dapat tambahan (uang) untuk pegawai Merpati,” jelas Dahlan.

Pak Emir (Direktur Utama) Garuda, tegas Dahlan, tidak mau. “Saya tanya kenapa? Mereka jawab, mereka khawatir kalau pakai pesawat yang tidak ada sertifikatnya akan menurunkan kredibilitas Garuda di dunia penerbangan internasional,” ucap Dahlan.

Saat ini Dahlan bersama dengan Merpati sedang memikirkan jalan agar pesawat-pesawat milik Merpati tersebut bisa menghasilkan uang.

“Kita cari perusahaan lain yang ingin sewa pesawat Merpati agar pilot Merpati dapat uang juga. Pokoknya untuk rute penerbangan Sumbawa Besar dapat direalisasikan segera cepat, bisa lah sebelum pergantian kabinet dan berharap bulan depan,” tegasnya.(machda/tifa)