Angkasa Pura 2

IPW Apresiasi Aksi Bedol Deso di Dirlantas Metro dan Jatim

Aksi PolisiSenin, 5 Mei 2014
neta s pane

JAKARTA (beritatrans.com) — Sikap Mabes Polri yang melakukan “bedol deso” atau
pembersihan besar-besaran di jajaran Direktorat Lalulintas Polda Metro dan Polda Jatim perlu didukung semua pihak, baik di internal maupun di ekternal Polri.

“Sebab, apa yang dilakukan Mabes Polri tak lain untuk pembenahan kultur dan kinerja pelayanan jajaran lalulintas pascaoperasi tangkap tangan yang dilakukan Propam Polri,” tegas Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch di Jakarta, Minggu (4/5/2014).

Indonesia Police Watch (IPW) katanya, melihat ada prokontra yang kuat di internal Polri pasca operasi tangkap tangan dalam dugaan suap di Direktorat Lalulintas Polda Metro dan Polda Jatim tersebut. Pro kontra ini makin kuat tatkala Mabes Polri melakukan “operasi sapu bersih dan bedol deso” terhadap perwira-perwira di kedua institusi lalulintas itu.

Seharusnya, tandas Neta, prokontra ini tidak perlu terjadi, jika elit-elit Polri menyadari zaman sudah berubah dan reformasi Polri perlu didorong lebih kencang lagi. Sehingga kinerja dan kualitas pelayanan Polri kian membaik. Pihak-pihak yang menolak pembersihan di tubuh Polri bisa dikatakan sebagai perwira yang antireformasi dan antiperubahan di Polri.

Karena itu, IPW mengimbau semua pihak agar mendukung dan memberi apresiasi pada penataan dan pembenahan di jajaran Lalulintas Polda Metro dan Polda Jatim. Dengan harapan pembenahan ini akan meningkatkankualitas pelayanan Polri kepada masyarakat sehingga aksi percaloan di pelayanan Lalulintas benar benar bisa dihilangkan.

Namun IPW berharap operasi senyap yang dilakukan Mabes Polri dalam rangka pembersihan institusi ini harus dilakukan berkelanjutan dan konsisten. Aksi-aksi percaloan SIM dan tembak KTP yang hingga puluha juta rupiah harus segera dibersihkan. Setelah itu operasi senyap perlu menyentuh “aksi siram-siram” untuk masuk SPN, Sespim dan Sespati.

Begitu juga aksi mafia proyek yang mengemplang anggaran Polri, kata dia, hingga puluhan miliar rupiah perlu disergap operasi tangkap tangan Mabes Polri. Tujuannya agar Polri benar-benar berubah dan tidak hanya jajaran Lalulintas yang menjadi bulan-bulanan operasi senyap.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch menegaskan, pihaknya siap memberikan data dan informasi tentang mafia proyek dan mafia pendidikan ini, jika Mabes Polri benar-benar mau memberantasnya. (machda).

loading...