Angkasa Pura 2

Bandara di Indonesia Sudah Antisipasi Penularan Wabah Virus MERS

BandaraMonday, 12 May 2014

JAKARTA (beritatrans.com) – Sejumlah bandara internasional dibawah naungan Angkasa Pura (AP) I dan II dinyatakan sudah siap mengantisipasi masuknya wabah virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) melalui penerbangan dari luar negeri, khususnya dari negara-negara asal wabah tersebut.

“Yang jelas enam bandara internasional di bawah naungan Angkasa Pura II sudah mengantisipasi wabah tersebut, seperti Soekarno-Hatta Cengkareng, Kuala Namu Medan, Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Minangkabau Padang, Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dan Tanjungpinang,” ujar Kepala Bagian Humas PT Angkasa Pura (AP) II, Ahmad Syahrir, Minggu (11/5/2014).

Menurut dia, di setiap bandara internasional ada loket kesehatan yang disiapkan AP II dan dikelola Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang berada di bawah kontrol Kementerian Kesehatan.

Syahrir menambahkan, bentuk antisipasi tersebut antara lain petugas di loket tersebut selalu bersiaga dan segera memeriksa penumpang yang terindikasi terjangkit wabah MERS tersebut. Ahmad pun menjamin seluruh bandara internasional yang dikelola AP II sudah mengantisipasi hal itu.

“Meski begitu, sejauh ini belum ada permintaan dari KKP untuk menambah loket pemeriksaan kesehatan di enam bandara tersebut akibat mewabahnya virus MERS,” kata dia.

Head of Corporate Communication Department PT AP I, Handy Heryudhitiawan mengenai antisipasi wabah virus MERS menyatakan, 12 bandara internasional dari 14 bandara yang dikelola AP I saat ini sudah mengantisipasi masuknya wabah tersebut di berbagai bandara internasional yang kami kelola dengan menyiapkan space bagi KKP,” paparnya.

Dia menegaskan, diantara 12 bandara internasional tersebut, Bandara Ngurah Rai Bali yang menjadi gerbang utama masuknya para penumpang asing paling bersiaga untuk mengantisipasi mewabahnya MERS.

Hal itu bisa dilihat dari penggunaan berbagai peralatan kesehatan yang cukup canggih pada loket KKP untuk mendeteksi penumpang yang terindikasi terjangkit virus tersebut. “Jadi secara umum bandara-bandara internasional sudah mengantisipasi hal tersebut,” ungkapnya. (machda)