Angkasa Pura 2

Gubernur Jateng Ngamuk, 9 Jembatan Timbang Ditutup

KoridorSelasa, 13 Mei 2014
jembatan timbang

SEMARANG (beritatrans.com) — Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo ‘ngamuk’ kareba banyak kasus pungutan liar (pungli) di jembatan timbang. Buntut dari itu, 9 jembatan timbang di Jateng bakal ditutup.

“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng akan menutup sembilan dari 16 jembatan timbang yang ada, karena dinilai tidak efektif dan rawan terjadi pungutan liar (pungli). Penutupan sembilan jembatan timbang ini setelah melakukan evaluasi secara menyeluruh 16 jembatan timbang yang ada,” tegas Ganjar, Senin (12/5/2014).

Menurut dia, berdasarkan hasil evaluasi kelembagaan, sumber daya manusia hanya tujuh jembatan timbang yang masih layak dibuka.
Dari sembilan jembatan yang akan ditutup tersebut termasuk jembatan timbang Butuh, Batang yang beberapa waktu lalu Gubernur Jateng menangkap tangan petugas di sana melakukan pungli.

Sedang jembatan timbang lain yang akan ditutup antara lain, Butuh (Purworejo), Banyudono (Boyolali), Tugu (Kota Semarang), Gubug (Grobogan), Pringsurat (Temanggung), Selogiri (Wonogiri), dan Labuawu (Jepara), dan Aji Barang (Purwokerto).

Ganjar menegaskan, untuk melakukan penutupan sembilan jembatan timbang tersebut akan melakukan revisi Peraturan Gubernur (Pergub) Jateng Nomor 5/2012 tentang petunjuk Perda Jateng Nomor 1/2012 tentang Pengendalian Muatan Angkutan Barang.

”Pergub Nomor 5/2012 harus direvisi, dalam waktu dekat segera saya lakukan dan akan saya laporkan kepada Menteri Perhubungan,” tandas gubernur Jateng itu.

Dia mengemukakan, Pemerintah Jateng akan memperbaiki kerjasama dengan provinsi tetangga yakni Jawa Timur, DKI Jakarta, DIY, dan Jawa Barat.

Peraturan Angkutan
Untuk itu, dia, berharap pemerintah segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Angkutan Jalan sehingga batas tonase antarprovinsi bisa sama.

“Kalau bisa ini menjadi kebijakan nasional, sehingga antara provinsi satu dengan provinsi lainnya tidak ada perbedaan regulasi dan sanksi terkait aturan di jembatan timbang,” ujar Ganjar.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Jateng, Urip Sihabudin mengungkapkan penutupan sembilan jembatan timbang menunggu revisi Pergub Nomor 5/2012.

“Jadi, nantinya hanya tujuh tujuh jembatan timbang yang masih tetap beroperasi. Tujuh jembatan timbang ini karena berada di pintu masuk Jateng. Selain itu ditutup,” paparnya.

Urip menyebutkan tujuh jembatan timbang jembatan yang masih beroperasi meliputi, Toyogo-Sembungmacan (Sragen), Salam (Magelang), Tanjung (Brebes), Sambong (Blora), Sarang (Rembang), Klepu (Kebupaten Semarang), dan Wanareja (Cilacap).(machda/tifa)