Angkasa Pura 2

Dirjen Bobby Pimpin Delegasi RI di Sidang Komite Keselamatan Maritim IMO di London

DermagaSabtu, 17 Mei 2014
Dirjen hubla_edit

LONDON (beritatrans.com) – Delegasi Indonesia dipimpin Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Capt Bobby R Mamahit menghadiri sidang ke-93 Komite Keselamatan Maritim IMO (Maritime Safety Committee), di kantor pusat IMO London dari tanggal 14-23 Mei 2014.

Bobby didampingi beberapa orang staf dari Direktorat Perkapalan Ditjen Hubla dan PT BKI serta perwakilan dari Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan Tetap Indonesia untuk IMO pada KBRI London.

Dalam sidang kali ini, Dirjen Bobby R Mamahit mengemukakan terdapat agenda kegiatan strategis berdampak positif terhadap angkutan laut di Indonesia dan angkutan laut internasional, yang akan melewati beberapa wilayah perairan Indonesia, khususnya di wilayah perairan Selat Malaka dan Selat Singapura/ Straits of Malacca and Singapore) (SOMS).

“Indonesia amat berkepentingan karena merupakan negara pantai yang memiliki bagian wilayah perairan terluas sepanjang alur pelayaran SOMS,” jelas dirjen dalam surat elektronik yang dikirimkan kpada beritatrans.com, Sabtu (17/5/2015) malam.

Agenda berupa peluncuran pamflet keselamatan pelayaran untuk wilayah perairan Selat Malaka dan Selat Singapura dengan topik “safe passage pamphlet for the Straits of Malacca and Singapore”, yang dilanjutkan dengan acara reception untuk seluruh delegasi sidangtersebut akan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 20 Mei, dalam plenary khusus pada sore hari.

Acara khusus ini, dia menjelaskan akan diisi dengan penyampaian statement dari Delegasi Indonesia, diikuti oleh Malaysia dan Singapura dalam rangka menyambut peluncuran pamflet keselamatan pelayaran dimaksud.

Sebelumnya The Baltic and International Maritime Council (BIMCO) sebagai organisasi berstatus consultative untuk IMO yang turut mendukung penyiapan pamflet tersebut akan mempresentasikan konsep umum pamflet mewakili tiga negara pantai dan pengguna selat.

Delegasi Indonesia juga akan berpartisipasi mengikuti pembahasan khusus agenda- agenda penting lainnya dalam sidang plenary dan sidang-sidang yang dilakukan secara parallel oleh working group.

Agenda itu, Bobby menuturkan di antaranya adalah mengikuti pembahasan agenda-agenda penting dalam working group khusus untuk Keselamatan Kapal Penumpang (Passenger Ship Safety), yang dilatarbelakangi oleh kejadian kecelakaan tragis tenggelamnya kapal pesiar Costa Concordia pada 13 Januari 2012 lalu.

Selain itu, drafting group khusus untuk pertimbangan dan persetujuan perubahan-perubahan baru terhadap ketentuan-ketentuan wajib IMO (Consideration and Adoption of Amendments to Mandatory Instruments).

Agenda khusus peluncuran pamflet keselamatan pelayaran pada forum pertemuan teknis maritim tingkat internasional di IMO merupakan target capaian akhir dari wujud perhatian dan komitmen bersama Indonesia dan Malaysia serta Singapura terhadap usaha peningkatan terus menerus keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di SOMS.

Konsep safe passage pamphlet pertama kali disampaikan oleh BIMCO pada pertemuan Cooperative Forum (CF) ke-4 pada bulan Oktober 2011 di Malaysia, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diantara para pelaut tentang keselamatan navigasi dan perlindungan lingkungan maritim di Selat Malaka dan Singapura.

Pada pertemuan CF ke-5 Tahun 2012 di Singapura, dia menjelaskan forum menyetujui proposal yang diajukan oleh BIMCO terkait Safe Passage Pamphlet dimaksud.
Pada TTEG ke-37 Tahun 2012 di Singapura, pertemuan juga menyetujui pembentukan correspondence group untuk mengembangkan isi dari “safe passage pamphlet”, yang mendapatkan dukungan aktif dan partisipasi dari Indonesia, Malaysia, Singapura dan BIMCO.

Selanjutnya, pada CF ke-6 Tahun 2013, Oktober 2013 di Indonesia, forum menyetujui desain dan teks serta meminta BIMCO dan Littoral States untuk memfinalisasi layout dan desain.

Pada pertemuan TTEG ke-38, Oktober 2013 di Indonesia, disetujui desain dan teks dengan beberapa komentar dan masukan, termasuk layout dan desain untuk difinalisasi oleh correspondence group sampai dengan akhir Tahun 2013 dengan target untuk dilaunching pada sidang MSC ke-93 Tahun 2014 ini.

GELAR PERTEMUAN
Selain kegiatan persidangan, Dirjen Hubla juga menggelar pertemuan- pertemuan atas permintaan beberapa counterpart Perhubungan Laut, dalam usaha untuk menindaklanjuti penerapan ketentuan-ketentuan IMO, di antaranya dengan pihak Pole Star, London.

Pertemuan itu untuk membicarakan rencana kerjasama pelaksanaan Maritime Security Workshop yang berhubungan dengan penerapan LRIT di Indonesia dan dengan pihak International Group of P&I Clubs, London, untuk membicarakan mengenai Coordinated response to Major Maritime Casualties involving removal of wreck operations, yang berhubungan dengan kegiatan pengangkatan kerangka kapal tenggelam di Indonesia. (awe).

loading...