Angkasa Pura 2

Naik, Airport Tax Bandara Kualanamu, Raja Haji Fisabilillah dan Sultan Syarif Kasim II

BandaraSenin, 19 Mei 2014
ii_hvd2mfec0_1461202b5f284d57

TANGERANG (beritatrans.com)  –. Manajemen PT Angkasa Pura II menyesuaikan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara atau PJP2U di tiga bandara, yaitu Bandara Internasional Kualanamu, Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah, dan Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II.

Penyesuaian tarif PJP2U atau yang juga dikenal dengan Passenger Service Charge (PSC) atau airport tax ini telah melalui ketentuan yang diantaranya tercantum di UU Penerbangan No.1 / 2009, serta dilakukan seiring dengan peningkatan pelayanan  di tiga bandara tersebut.

“PT Angkasa Pura II hanya melakukan penyesuaian tarif PJP2U di bandara-bandara yang telah dikembangkan, baik itu dari sisi fisik bangunan bandara, tingkat pelayanan, serta fasilitas yang digunakan. Bandara Internasional Kualanamu adalah bandara baru yang modern, sementara itu Bandara Internasional Raja Haji Fisabililah dan Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II memiliki terminal penumpang yang juga baru dan modern,” jelas Daryanto.

Direktur_20AP2_20berikutnya...

Mulai 19 Mei 2014 di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumut, berlaku tarif baru PJP2U untuk rute domestik sebesar Rp 60.000 dan rute internasional Rp 200.000. Adapun khusus rute domestik pada 1 Januari 2015 kembali mengalami penyesuaian menjadi Rp 75.000.

Bandara Internasional Kualanamu yang mulai beroperasi dalam rangka soft operation pada  25 Juli 2013 merupakan bandara termodern di Indonesia saat ini, dilengkapi fasilitas canggih untuk penanganan bagasi yakniintegrated baggage handling screening system(IBHSS) dengan tingkat pendeteksi keamanan tertinggi.

Diimplementasikannya IBHSS memungkinkan bandara ini menerapkan sistem terbuka untuk pendaftaran penumpang atau check-in seperti antara lain Bandara Internasional Changi di Singapura dan Bandara Internasional Kuala Lumpur di Malaysia.

“Bandara Internasional Kualanamu saat ini juga merupakan satu-satunya bandara di Indonesia yang terintegrasi dengan jaringan kereta guna memberikan alternatif moda transportasi bagi pengunjung atau penumpang pesawat,” kata Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II Daryanto.

Sementara itu, tarif PJP2U di Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang, Kepri, ditetapkan untuk rute domestik per 19 Mei 2014 menjadi Rp 30.000 dan rute internasional Rp 100.000. Khusus rute domestik akan kembali disesuaikan per 1 Januari 2015 menjadi Rp 40.000.

Sejak 20 November 2013, PT Angkasa Pura II mengoperasikan terminal baru di Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah yang berkapasitas 1 juta penumpang per tahun atau jauh lebih besar dibandingkan dengan terminal lama hanya 100.000 penumpang.

“Kami menargetkan Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah dengan terminal barunya yang berkonsep melayu modern dapat menjadi simbol baru bagi Tanjung Pinang, sekaligus mendukung pertumbuhan pariwisata di kota itu,” kata Daryanto.

Adapun Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau juga mengalami penyesuaian tarif PJP2U, dimana untuk rute domestik per 19 Mei 2014 menjadi Rp 45.000 dan rute internasional menjadi Rp 150.000.

Daryanto menuturkan Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II yang didukung terminal baru sejak 16 Juli 2012 ini mampu menjadi bandara pemenang berbagai penghargaan diantaranya adalah Bandara Terbaik di Indonesia, Bandara dengan VIP Room terbaik di Indonesia, dan Bandara dengan Toilet Terbersih di Indonesia.

“Prestasi yang diraih oleh Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II akan terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat saat ingin melakukan perjalanan atau baru mendarat di bandara ini,” jelas Daryanto.

Seperti diketahui, Bandara Internasional Kualanamu, Terminal Baru Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah, dan Terminal Baru Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, baru saja diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tepatnya pada 27 Maret 2014. (leny/aw).