Angkasa Pura 2

Gandeng IMO, Ditjen Perhubungan Laut Selenggarakan Workshop Biofouling

DermagaSelasa, 20 Mei 2014

Denpasar (beritatrans.com) – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bekerjasama dengan International Maritime Organization (IMO) menyelenggarakan Regional Workshop On The 2011 Biofouling Guidelines yang berlangsung 20 – 22 Mei. Kegiatan ini merupakan salah satuprogram kerjasama teknis Indonesia – IMO di bawah Integrated Technical Cooperation Pragramme (ITCP) untuk tahun 2014.

“Workshop ini untuk meningkatkan kesadaran akan dampak dari biofouling terhadap kapal dan lingkungan hidup maritim, ” kata Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Hubla Capt Yan Riswandi di sela-sela kegiatan tersebut.

Menurut Yan Riswandi, salah satu ancaman terbesar bagi ekosistem aut adalah biofouling, yakni mikro organisme yang tidak terlihat dan hidup di laut. Salah satu contohnya adalah mikro organisme yang tumbuh di lambung kapal atau di ruang-ruang tersembunyi kapal di bawah air.

“Biofouling ini dapat mengancam kelangsungan hidup suatu ekosistem laut karena sifatnya yang menginvasi suatu habitat laut dan berkembang biak,” kata mantan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta ini.

Workshop ini sendiri menurut Yan Riswandi adalah yang pertama kali diselenggarakan oleh IMO sejak dikeluarkannya resolusi MEPC.207(62) pada tahun 2011.

“Tujuannya baru sebatas bertukar pengalaman dengan negara-negara anggota IMO,” katanya.

Selain itu, melalui workshop ini diharapkan nantinya bisa memberikan pedoman dalam mengendalikan dan mengelola biofouling untuk meminimalisir perpindahan spesies laut antar negara yang berbahaya bagi lingkungan hidup.

“Intinya, pertemuan ini adalah untuk mencegah kerusakan lingkungan yang diakibatkan mikro organisme yang tidak terlihat itu,” ujarnya.

Workshop yang akan berlangsung selsama tiga hari ini dihadiri oleh Markus Helavouri, IMO Technical Officer, Maritime Environment Division dan konsultan IMO, Ashley Coutts dan Andrew Bell.

Sedangkan negara-negara yang hadir selain Indonesia adalah Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Timor Leste, Kamboja, Thailand, Myanmar, Philipina, Korea, Timor Leste, China, Vietnam, dan Mongolia. (sofyan)

loading...