Angkasa Pura 2

Perusahaan BJ Habibie Produksi 400 Pesawat R-80

KokpitMinggu, 25 Mei 2014
R-80 Habibie

JAKARTA (beritatrans.com) – Seakan bersaing dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), perusahaan manufaktur milik mantan Presiden yang juga Menristek, BJ Habibie, PT Regio Aviasi Industri (RAI) diam-diam berencana memproduksi 400 pesawat turbo propeller pada 2016., bernama R-80.

“Pesawat ini  bakal memiliki mesin pendorong berkekuatan lima ribu tenaga kuda (horse power). Konsepnya tenaga turbo yang didukung kekuatan baling-baling di kedua sayapnya,” terang Presiden Direktur PT RAI, Agung Nugroho dalam diskusi Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE) di Gedung Joang ’45, Jakarta, Sabtu (24/5/2014).

Dia mengemukakan, produksi R-80 bertujuan untuk mengembalikan masa kejayaan industri dirgantara nasional. Untuk itu RAI akan menggandeng PT Dirgantara Indonesia (PT DI), lima puluh ilmuwan di struktur pekerjaan inti, dan kementerian terkait guna merealisasikan mimpi tersebut.

Agung mengaku, perusahaan yang dikelolanya itu, terdorong membuat pesawat yang lebih canggih karena melihat keprihatinan selama 17 tahun terahir industri dirgantara domestik tidak pernah mengalami pertumbuhan yang bagus. Padahal negara-negara lainnya sedang meningkat.

“Saat ini, RAI masih memersiapkan rancang bangun dan mesin pesawat. Nantinya, R-80 akan memiliki kapasitas 80-90 kursi. Itu sudah termasuk menyusun sertifikasinya juga. Jadi ketika memasuki tahun 2016 pesawat R-80 benar-benar siap terbang,” jelasnya.

Dia juga berharap, agar PT DI yang pernah diawaki mantan Menristek BJ Habibie bisa membuat semua pesawat komersial. Karena kami ingin membidik market share kalangan masyarakat kelas menengah di Indonesia, Eropa, Afrika dan Amerika Latin. (leny/machda)

 

 

loading...