Angkasa Pura 2

Indonesia Gelar RFC Annual Meeting dalam Penanggulangan Pencemaran Minyak di Laut

DermagaTuesday, 3 June 2014

JAKARTA (beritatrans.com) – Indonesia kembali menyelenggarakan Revolving Fund Comittee Annual Meeting yang ke 34. Acara yang digelar pada Senin (2/6/2014)-Selasa (3/6/2014) di Hotel Aston Tropicana Bandung, Jawa Barat itu, dalam kerangka Memorandum of Understanding (MoU) Revolving Fund Committee (RFC).

Pertemuan ini dihadiri oleh delegasi dari Malaysia, Singapura, dan juga Indonesia. Dato Halimah Hassan (Director General, Department of Environment Malaysia) bertindak sebagai Head of Delegation dari Malaysia, sementara Capt. Muhamad Segar (Assistent Chief Executive of MPA Singapore) sebagai Head of Delegation dari Singapura.

Sedangkan Head of Delegation dari Indonesia yaitu Drs. Tri Yuswoyo, Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Kementerian Perhubungan. Pertemuan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Bobby R. Mamahit sekaligus bertindak sebagai Chairman of the Committee (Ketua Komite).

Penyelenggaraan RFC Annual Meeting yang ke-34 didasari oleh MoU antara Pemerintah Indonesia, Malaysia dan Singapura dengan Malacca Straits Council (Asosiasi Non Pemerintah Jepang) tentang pembentukan dan pengoperasian Revolving Fund (Dana Bergulir) yang dimanfaatkan untuk penanggulangan pencemaran tumpahan minyak dari kapal di Selat Malaka dan Singapura yang telah ditandatangani pada tanggal 11 Februari 1981.

Adapun isi dari MoU tersebut adalah Malacca Straits Council (MSC) memberikan bantuan donasi dana kepada Indonesia, Malaysia dan Singapura (Tiga Negara Pantai) sebesar 400 juta yen untuk kemudian dibentuk Revolving Fund.

Dana tersebut dikelola dan dioperasikan oleh tiga Negara Pantai secara bergantian, masing-masing selama lima tahun terhitung sejak tahun 1981, dan Indonesia mendapat giliran yang pertama mengelola dana tersebut dengan menyelenggarakan Annual Meeting serta Technical Meeting dalam satu tahunnya.

Sejak hand over kepengelolaan dana RFC dari Pemerintah Singapura ke Pemerintah Indonesia pada tanggal 20 Januari 2012, Indonesia telah menyelenggarakan 3 (tiga) kali RFC Annual Meeting yaitu 32nd RFC Annual Meeting pada tanggal 9 Oktober 2013 di Jakarta, 33rd RFC Annual Meeting pada tanggal 27 Mei 2013 di Manado serta 34th RFC Annual Meeting pada tanggal 3 Juni 2014 di Bandung.

Selama periode pengelolaan dana RFC oleh Indonesia, RFC Technical Meeting telah diselenggarakan sebanyak 2 (dua) kali yaitu pada tanggal 7 Maret 2013 di Jakarta dan pada tanggal 6 Februari 2014 di Jakarta. Selanjutnya, pada RFC Annual Meeting ke-34 ini juga akan diputuskan waktu dan tempat pelaksanaan RFC Technical Meeting untuk Tahun Anggaran 2014/2015.

Beberapa agenda yang dibahas pada pertemuan RFC Annual Meeting ke-34 ini, antara lain membahas mengenai laporan realisasi administrasi dan operasional anggaran periode TA 2013-2014, presentasi auditor mengenai laporan keuangan TA 2013-2014, pengusulan anggaran administrasi dan operasional untuk TA 2014-2015.

Selain itu, dibahas juga penunjukan Auditor untuk TA 2014-2015, laporan penyelenggaraan RFC Technical Meeting FY 2013/2014 yang dilaksanakan pada bulan Februari 2014 di Jakarta, Indonesia, usulan Singapura terkait sponsorship of 3 representatives each from the member countries to attend the ICOPCE 2015 in Singapore dan usulan tanggal dan venue untuk tahun 2015/2016 IRFC Meeting ke-35, dan beberapa agenda terkait lainnya.

Dalam masa 30 tahun sejak bergulir pertama kalinya, dana RFC telah dimanfaatkan pengunaannya sebanyak dua kali, yaitu yang pertama pada Oktober 1992 untuk membantu penanganan pencemaran laut akibat kecelakaan Nagasaki Spirit di Selat Malaka. Kedua, pada bulan Oktober 2000 saat terjadinya peristiwa Natuna Sea di Tanjung Pinang, Indonesia.

Selain dimanfaatkan sebagai dana talangan pada saat terjadinya tumpahan minyak akibat kecelakaan kapal, Dana RFC ini dapat pula dimanfaatkan untuk pengembangan SDM di bidang maritim melalui partisipasi pada berbagai forum Internasional yang sumber dananya dibebankan pada bunga Dana RFC.

Oleh sebab itu, ketiga negara pantai berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan dan keamanan serta perlindungan lingkungan maritim di Selat Malaka dan Selat Singapura. Hal ini sejalan dengan slogan International Maritime Organization (IMO), yaitu safe, secure and efficient shipping on clean ocean.

Hasil pertemuan RFC ke-34 ini antara lain disepakatinya usulan kegiatan-kegiatan untuk Tahun Anggaran 2014/2015 dan disetujuinya laporan hasil kegiatan Tahun Anggaran 2013/2014. Untuk RFC Annual Meeting ke-35 mendatang rencananya akan diselenggarakan di Yogyakarta.(machda/aw)