Angkasa Pura 2

Kapal Tanker Tujuan Pontianak Dibajak & Dilarikan ke Thailand

DermagaKamis, 5 Juni 2014
Kapal dibajak

KUALA LUMPUR (beritatrans.com) – Pembajakan sebuah kapal tanker minyak Thailand di perairan antara Indonesia dan Singapura menyulut kembali kekhawatiran bahwa aktivitas bajak laut di kawasan ini semakin meningkat.

“Ini tanker ketiga dalam beberapa minggu terakhir. Terlalu parah untuk jangka waktu yang sependek itu,” kata Noel Choong, kepala Pusat Pelaporan Pembajakan di bawah Biro Maritim Internasional, yang berkantor di Kuala Lumpur.

Sebuah laporan keselamatan perkapalan yang terbit tahun ini menunjukkan bahwa frekuensi pembajakan di Indonesia meningkat tujuh kali lipat sejak 2009. Sebagian besar kasus adalah pencurian kelas teri, namun kenaikan frekuensi mengindikasikan ada potensi untuk aksi pembajakan yang lebih terorganisir, demikian laporan itu.

Pihak berwenang harus mencari tahu apa penyebab serangan-serangan ini dan menghentikannya, kata Choong kepada The Wall Street Journal. “Jika tidak, [pembajakan] bakal terus berlangsung.”

Pemilik kapal MT Orapin 4, kapal berbendera Thailand dengan 14 awak, melaporkan kapalnya hilang setelah bertolak dari Singapura menuju Pontianak pada 27 Mei. Pusat Pelaporan Pembajakan mengirimkan pengumuman bertanggal 30 Mei kepada seluruh kapal di perairan Pulau Bintan, Selat Singapura, dan Laut Cina Selatan agar bersiaga mencari tanker yang hilang itu.

Tanggal 2 Juni, Pusat Pelaporan Pembajakan mengumumkan MT Orapin 4 telah merapat dengan selamat di Pelabuhan Sri Racha, Thailand.

“Pembajak mengambil alih kapal dan mencuri muatan minyak di kapal, lalu menghancurkan peralatan komunikasi. Kapal dan awaknya selamat,” kata lembaga itu.

Choong mengatakan lokasi persis pembajakan itu masih belum diketahui.

“Kami hanya tahu [pembajakan itu] terjadi di antara Singapura dan Pontianak,” ujarnya.

April lalu, setidaknya delapan pembajak bersenjata menaiki kapal tanker minyak yang berlayar dari Singapura ke Myanmar. Dalam aksi di Selat Malaka itu, pembajak merampas tiga juta liter solar.

Tanker itu dimiliki Altra Propserous Ltd dari Saint Kitts and Nevis dan dioperasikan oleh Canter Singapore Ltd, kata juru bicara perusahaan kepada The Wall Street Journal saat itu.

Kapten dan dua awak senior tanker itu diculik oleh pembajak, namun tak ada detail lain soal pelaku.

“Penyelidikan masih berlangsung,” tegas Kapten Alias Hamdan, kepala keamanan pelabuhan Port Klang. “Kami belum mendengar kabar lagi dari perusahaan. Kami juga belum mengetahui kabar dari keluarga tiga orang yang hilang,” tambahnya.

Juga pada April, sebuah kapal tanker berbendera Thailand dibajak di lepas pantai Pulau Aur, sekitar 65 kilometer sebelah timur Johor, Malaysia.

Kala itu, 16 pembajak bersenjata menaiki kapal, merusak peralatan komunikasi, dan memindahkan sebagai muatan bahan bakar ke tanker lain, demikian laporan media setempat saat itu. Kapal yang dibajak tengah berlayar dari Singapura ke Kamboja dengan 14 awak. (aisha).