Angkasa Pura 2

Jalur Ganda KA Duri – Tangerang Berbiaya Rp750 Miliar Dioperasikan

EmplasemenKamis, 12 Juni 2014
uji lokomotif

JAKARTA (beritatrans.com) – Jalur ganda kereta api (KA) Duri – Tangerang berbiaya Rp750,36 miliar sudah dioperasikan. Selain meningkatkan 100 persen kapasitas lintas, jalur ganda ini mendukung KA Bandara Soekarno – Hatta.

Kepada beritatrans.com, Kamis (12/6/2014), Direktur Prasarana Perkeretaapian Ditjen Perkeretaapian, Arief Heryanto, mengemukakan jalur ganda tersebut sudah dioperasikan sejak Minggu (8/6/2014) malam.

Jalur ganda yang proses pembangunannya sejak tahun 2010 ini, Arief menjelaskan membentang sepanjang 19,31 kilometer, dari Stasiun Duri, Pesing, Rawabuaya, Kalideres, Poris, Batuceper dan Tangerang.

“Dengan adanya jalur ganda ini, maka kapasitas lintas naik dua kali lipat yakni 52 kereta/hari menjadi 104 kereta/hari. Kenaikan kapasitas ini mendorong berlipatnya volume penumpang yang dapat diangkut,” cetusnya.

Selain itu, dia mengemukakan manfaat jalur ganda ini mendukung KA bandara komuter, penghematan waktu tempuh, serta meningkatkan keselamatan, dengan mengurangi persinyalan antara kereta api.

“Dengan demikian, kalau nanti jalur kereta dari Tangerang ke Bandara Soekarno – Hatta sudah dibangun oleh PT KAI, maka KA komuter bandara bisa dioperasikan,” jelasnya.

Pembangunan jalur ganda Duri – Tangerang, dia menuturkan termasuk membangun 38 jembatan, sebanyak enam unit di antaranya sepanjang lebih dari 10 meter, meningkatkan persinyalan elektrik blok terbuka di delapan stasiun.

Selain itu, membangun peron tinggi di Stasiun Grogol, Taman Kota, Bojong Indah, Kalideres, Batuceper, dan Tanah Tinggi. “Juga melakukan pekerjaan lanjutan elektrifikasi listrik aliran atas (single wire) 2 X 20 kilometer, serta pengadaan dan pemasangan substation di Stasiun Duri.

duri - tangerang

Berkaitan dengan rampungnya pekerjaan jalur ganda tersebut, Arief menyatakan berterima kasih kepada semua pihak, yang begitu semangat membantu untuk memuluskan pekerjaan tersebut.

“Proyek semacam ini memang patut dibantu mengingat manfaatnya yang sangat besar untuk kepentingan rakyat. Ketersediaan transportasi massal menjadi bertambah, sehingga rakyat selain dapat lebih murah dalam bertransportasi, juga lebih cepat. Hal ini yang menjadi concern Bapak Menteri Perhubungan, Wakil Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Darat,” cetusnya. (aw).