Angkasa Pura 2

Jalur Kereta ke Pelabuhan Tanjung Priok Terganjal Pembebasan Lahan

EmplasemenKamis, 12 Juni 2014
images(5)

JAKARTA (beritatrans.com) – Terkatung-katungnya pembebasan lahan warga menjadi hambatan besar proyek jalur kerKea ke dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Masih sembilan keluarga lagi belum bisa dibebaskan.

Dirjen Perkeretapian, Hermanto Dwiatmoko, mengemukakan sembilan keluarga itu menempati lahan seluas 1.597 meter persegi di Lorong 21, 22 dan 23, di sekitar makam Mbah Priok. Sedangkan lahan yang sudah dibebaskan seluas 4.554 m2 yang dihuni 27 keluarga.

Pada APBN 2014 disepakati anggaran untuk proyek ini sebesar Rp 52,3 miliar dan dana pembebasan lahan Rp 10 miliar. Namun sampai saat ini masih belum tercapai kesepakatan soal harga lahan.

Soal tarik ulur harga lahan, Hermanto menceritakan, awal kesepakatan di 2013, anggaran untuk pembebasan lahan sebanyak 9 keluarga sebesar Rp 10 miliar. Ternyata, seiring waktu berjalan harga berubah dan pemerintah harus menyediakan Rp 25 miliar.

Untuk memenuhi dana sebesar Rp 25 miliar, Hermanto mengaku akan mengambil dari pos anggaran konstruksi sebesar Rp 52,3 miliar. Namun, pengambilan anggaran sebesar Rp 15 miliar dari dana konstruksi harus melalui pengesahan APBN-P 2014 yang masih digodok di DPR.

“Kemungkinan mendapatkan waktu sekitar 3 bulan pembebasan lahan. Sebagian dibangun untuk kontainer dilaksanakan 2015,” jelasnya seperti dirilis merdeka.com.

Selain persoalan itu, pihaknya juga mendapatkan informasi yang menyebutkan bahwa jalur kereta api akan digunakan jalan tol oleh Kementerian PU. Pihaknya pernah berkirim surat ke Dirjen Bina Marga tapi sampai saat ini belum ada jawaban.

“Jadi semula itu di tahun 2013, pembangunan bisa dilaksanakan lebih awal. Tapi sekarang belum apa,-apa, kalau disuruh cepat bisa cepat tapi 2016,” ungkapnya.