Angkasa Pura 2

Menhub: Pengembangan Bandara Ahmad Yani Bagian Masterplan Percepatan Ekonomi

BandaraSelasa, 17 Juni 2014
Foto-layar_061714_034356_PM

SEMARANG (beritatrans.com) – Pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang bagian dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Bandara di Semarang termasuk yang strategis, karena dapat digunakan untuk pengalihan saat Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Juanda sudah sangat padat, baik penerbangan maupun penumpangnya.

Menteri Perhubungan E. E. Mangindaan mengemukakan hal itu pada penandatanganan kerja sama pemanfaatan dan “ground breaking” pengembangan Bandara internasional Ahmad Yani Semarang, Selasa (17/6/2014).

Hadir dalam kesempatan itu, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman, Presiden Direktur PT Angkasa Pura I Tommy Soetomo, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo.

“Bandara Ahmad Yani sebagai bagian unsur dalam penyelenggaraan transportasi udara memiliki peranan yang strategis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mempercepat mobilitas manusia, barang, dan jasa,” tegas Mangindaan.

Untuk itu, tambahnya, pengembangan Bandara Ahmad Yani yang merupakan salah satu dari 13 bandar udara yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura I (Persero). Hal ini juga salah satu dari 15 bandar udara enclave sipil di Indonesia sudah sangat mendesak dilakukan, mengingat Bandara Ahmad Yani merupakan gerbang pintu masuk sekaligus cermin Ibukota Provinsi Jawa Tengah.

Menurut menhub, pembangunan Bandara Ahmad Yani bagian dari pembangunan maupun pengembangan sarana dan prasarana transportasi baik darat, laut, maupun udara. Pembangunan Bandara Ahmad Yani juga dalam rangka memperlancar mobilitas arus manusia, barang, dan jasa di Provinsi Jawa Tengah.

Selain itu, katanya, melalui pembangunan Bandara Ahmad Yani ini dan penyediaan infrastruktur transportasi lainnya yang memadai, diharapkan dapat mendorong konektivitas yang pada gilirannya dapat menurunkan biaya transportasi dan biaya logistik. Sehingga dengan demikian dapat meningkatkan daya saing produk, dan mempercepat gerak ekonomi.

Menhub Mangindaan menjelaskan, tingkat kepadatan di Bandara Ahmad Yani dapat disampaikan bahwa pada tahun 2013, jumlah pergerakan pesawat mencapai lebih dari 33 ribu pesawat udara, jumlah penumpang mencapai 3 juta orang dan kargo mencapai 10 juta ton.

“Selama 6 tahun terakhir, terpantau pertumbuhan pergerakan pesawat udara pada bandara ini sebesar 12%, penumpang 18% dan kargo 5%. Kegiatan pelayanan jasa penerbangan pada bandara ini didukung oleh 9 maskapai domestik dan 1 maskapai internasional,” ujarnya.

Sementara itu untuk sisi udara, papar Mangindaan, Bandara Ahmad Yani saat ini dilengkapi dengan apron seluas 29.032 m2 dan runway 2680 x 30 m yang mampu menampung 6 pesawat sekelas Boeing 737 dan 2 pesawat ATR.

Untuk sisi darat bandara, saat ini Bandara Ahmad Yani dilengkapi dengan terminal seluas 6.708 m2 yang mampu menampung 800 ribu penumpang per tahun, namun data selama tahun 2012 tercatat bahwa bandara ini telah menampung 3 juta penumpang.

Kondisi ini jelas memperlihatkan adanya kondisi over-capacity yang dapat menurunkan kualitas pelayanan jasa Bandara Ahmad Yani. Ini merupakan tantangan besar bagi Bandara Ahmad Yani untuk dapat berkembang guna meningkatkan pelayanan bagi pengguna jasa angkutan udara di Indonesia.(machda/aw)

loading...