Angkasa Pura 2

Kurangi Kemacetan, Moda Transportasi Kereta Solusi Ideal

EmplasemenSenin, 23 Juni 2014
s1

SURABAYA (beritatrans.com) – Untuk mengurangi kemacetan di jalan raya, khususnya di Jakarta Bogor, Depok, Bekasi dan Tangerang, saat ini pemerintah tengah mengembangkan moda transportasi. Hal ini sejalan dengan Rencana Umum Jaringan Jalur Kereta Api (KA) tahun 2014 – 2030 seperti telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 54 tahun 2013.

“Salah satu upaya yang paling ideal sebenarnya moda angkutan kereta api. Moda angkutan ini sepanjang 160,7 kilometer, terdiri atas beberapa lintasan (line) seperti Lintas Tengah (Jakarta Kota – Mangarai 9,7 km), Lintas Bogor (Bogor – Manggarai 44,9 km), Lintas Bekasi (Bekasi-Jatinegara 14,6 km), Lintas Timur (Jakarta Kota – Pasar Senen – Jatinegara 11,4 km),” jelas Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan, Hanggoro Budi Wiryawan di Surabaya pada Lokakarya Sistem Logistik Nasional untuk insan Pers, Senin (23/6/2014).

Selain itu, tambahnya, ada juga Lintas Barat (Tanah Abang – Kampung Bandan 15, 6 km), Lintas Serpong (Tanah Abang – Serpong 23,2 km), Lintas Tangerang (Duri – Tangerang 19,3 KM), Lintas Tanjung Priok (Jakarta Kota – Tanjung Priok 9 km), dan Lintas Nambo (Citayam – Nambo 13 km).

Menurut dia, rencana Jaringan Jalur Kereta Api 2014 – 2030 pemerintah akan membangun jalur kereta Bandara Soekarno – Hatta (commuter line) sepanjang 12 km, Jalur Bandara Soekarno – Hatta (express line) 38 km, MRT East – West (Cikarang – Balaraja) 90 km, MRT Esat – West (Bekasi – Cikokol) 52 km.

Hanggoro juga mengatakan, MRT Nort – South (Lebak Bulus – Kampung Bandan) 23 km, Jalur KA Lingkar Luar (Parung Panjang, Citayam, Nambo, Cikarang – Tanjung Priok) 60 km, Jalur KA Lingkar Dalam (Kamal Muara – Rawa Buaya – Lebak Bulus – Margonda – Cibubur – Cakung – Pulo Gebang – Tanjung Priok) 75 KM, Pluit Line (Pluit – Daan Mogot – Kebayoran Lama) 15 km dan Sunter Line (Sunter – Cempaka Baru – Jatinegara) 21 km.

“Selain itu, kita akan mengembangkan KA Monorel meliputi Jalur Biru (Kampung Melayu – Casablanca – Tanah Abang – Tomang) sepanjang 14 km, Jalur Hijau (Rasuna Said – Gatot Subroto – SCBD – Gelora Senayan – Asia Afrika – Taman Ria – Gatot Subroto – Pejompongan) 14 km, Jalur Selatan (Cawang – Cibubur – Bogor) 54 km, Jalur Timur (Cikarang – Cawang – Kuningan) 43 km, dan Jalur Barat (Batu Ceper – Serpong) 22 km.

Saat ini, pemisahan Jalur KA Lintas Cikarang-Nambo-Tanjung Priuk, permasalahan kapasitas lintas jalur Kereta Api Wilayah Jabodetabek, saat ini masih melayani angkutan jarak jauh penumpang dan barang yang bercampur dengan angkutan KA komuter.

Pemerintah, kata Hanggoro, juga tengah mengembangkan jalur lingkar luar KA Jabodetabek dapat mengalihkan rute angkutan kereta api jarak jauh untuk penumpang/barang tanpa harus menggunakan jaringan KA komuter.

“Jalur harus dikaji trase jalur KA lingkar Jabodetabek tersebut khususnya antara Citayam-Nambo – Cikarang/Bekasi – Tanjung Priok/Kalibaru untuk dijadikan pedoman dalam perencanaan pengembangan perkeretaapian Jabodetabek,” paparnya. (leny/machda)