Angkasa Pura 2

Kemenhub Perketat Pengawasan Kenaikan Tarif Maskapai

KokpitSelasa, 24 Juni 2014
pesawat di bandara

SURABAYA (beritatrans.com) — Menjelang mudik lebaran seringkali maskapai penerbangan nasional menaikkan tarif setinggi-tingginya, bahkan nyaris menyentuh tarif batas atas yang ditetapkan pemerintah. Bahkan, bisa tiga kali lipat dari harga pada hari-hari biasanya.

“Pemerintah berjanji akan mengawasi secara ketat, kenaikan harga oleh maskapai tersebut. Jangan sampai masyarakat dirugikan karena membeli tiket diatas harga tarif batas atas yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Di beberapa rute memang sudah ada kenaikan harga tiket. Namun, masih dalam batas-batas,” terang Kasubdit Penerbangan Tidak Berjadwal, Musdahlifa Muslimah di Surabaya, Senin (23/6/2014) pada Lokarya Sistem Logistik Nasional (Sislognas) untuk Media Massa/Pers 2014.

Musdalifah menegaskan, banyak cara yang dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk melakukan pemantauan diantarannya, melakukan inspeksi mendadak dengan mendatangi konter-konter penjualan tiket yang ada di sejumlah bandara.

“Kami menanyakan langsung kepada calon penumpang di bandara, berapa harga tiket yang dibayar untuk tujuan yang akan diterbangi,” katanya.

Selain itu, ia memanfaatan tenaga staf Ditjen Perhubungan Udara yang sudah mengantongi tiket mudik ke daerah asalnya masing-masing. Misalnya, kepada staf Ditjen Perhubungan Udara yang akan mudik lebaran ke kampung halamannya masing-masing dengan pesawat. “Saya titip, begitu sampai bandara tujuan untuk mengecek harga tiket ke beberapa kota tujuan, apakah mengalami kenaikan atau tidak,” jelasnya.

Diterangkannya, apapun hasilnya, staf tersebut diminta untuk membuat laporan secara lisan, atau bisa juga menggunakan sarana telekomunikasi yang ada seperti SMS atau BBM. Jika ada maskapai yang menjual dengan harga diatas tarif batas atas, staf tersebut juga dapat melakukan laporan dengan cara mengambil gambar tiket dengan alat komunikasi tersebut. ‘’Jika terbukti, kami akan segera mengeluarkan surat teguran kepada maskapai yang bersangkutan,’’ tambahnya.

Terkait dengan ketersediaan kursi pada mudik mudik lebaran nanti, ia mentatakan, masyarakat tidak perlu takut kehabisan kursi penerbangan. Karena sejumlah maskapai nasional maupun internasional sudah mengajukan penerbangan tambahan (extra flight) hingga 456 ribu tempat duduk dibanding hari biasa, sehingga total akan tersedia lima juta tempat duduk.

Jika seminggu lalu baru ada tiga maskapai yang mengajukan, sekarang sudah ada delapan maskapai yang sudah mengajukan ekstra flight,” tuturnya.

Diperkirakan, jumlah penumpang angkutan udara pada masa angkutan lebaran tahun ini akan meningkat 11,7 persen dibanding hari-hari biasa. Jika pada hari biasa kapasitas tempat duduk yang tersedia dari berbagai macam masakapai total mencapai 4,5 juta kursi, maka pada masa angkutan lebaran tahun ini pihaknya menargetkan penambahan hingga 456 ribu tempat duduk. Sedangkan untuk jumlah armada tahun ini mencapai 430 naik jika dibandingkan tahun lalu yakni, sebanyak 382.

Namun, untuk penambahan ekstra flight hanya mencapai 25 persen dari target itu. Saat ini total baru mencapai 273 ribu kursi.

Diprediksi, masa puncak (peak season) angkutan lebaran dengan menggunakan moda transportasi udara akan terjadi pada H-3 atau tanggal 3 Agustus 2013 dan pada arus balik akan terjadi pada H+2 atau tanggal 11 Agustus 2013. “Kedepan kami akan memantau 24 bandara di berbagai daerah, terutama empat bandara besar yang melayani penerbangan internasional seperti Jakarta, Surabaya, Denpasar dan Medan,” jelasnya. (leny/machda)