Angkasa Pura 2

Bandara Kuala Namu Bisa Dikembangkan Jadi Kawasan Aerotropolis

BandaraRabu, 25 Juni 2014
kualanamu_1

JAKARTA (beritatrans.com) — Bandara Kuala Namu bisa dikembangkan menjadi kawasan aerotropolis seperti halnya Schipol International Airport di Amsterdam, Incheon Internasional Airport di Korea Selatan, dan beberapa bandara lainnya.

“Di Schipol International Airport maupun di kawasan sekitarnya sudah terdapat banyak perkantoran, hotel, tempat hiburan, industri, dan sebagainya. Bahkan kantor Microsoft berada di Schipol. Semakin banyak aerotropolis di negara-negara lain akan mendorong semakin mudahnya koneksi global,” jelas John D. Kasarda, pencetus konsep aerotropolis itu di Jakarta, Rabu (25/6/2014).

Menurut profesor dari The University of North Carolina dan Kenan Institute of Private Enterprise itu, untuk memuluskan pembangunan bandara berkonsep aerotropolis, John menuturkan harus ada kesamaan visi di antara pengelola bandara, maskapai, dan pemerintah setempat.

“Pengelola bandara, maskapai, dan pemerintah setempat saling memengaruhi satu sama lain, namun tidak bisa ada yang lebih kuat. Ketiganya harus saling mendukung,” kata John.

Bandara Internasional Kualanamu pada tahap I pembangunan memiliki luas 1.365 Ha dengan runway berukuran 3.750 x 60 meter dan parallel taxiway berukuran 3.750 x 30 m dan 2.000 x 30 meter.

Sementara itu, luas apron mencapai 200.000 m2 dan luas terminal 118.930 m2 dengan kapasitas 8 juta penumpang per tahun. Telah dibangun juga kawasan pergudangan kargo seluas 13.000 meter persegi dan area parkir kendaraan seluas 50.820 meter persegi.(machda)