Angkasa Pura 2

Garuda Indonesia Percepat Pelunasan Pinjaman Export Credit Agency dan Commercial Lenders Senilai US$ 62,5 Juta

KokpitWednesday, 25 June 2014

JAKARTA (beritatrans.com) – Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada Senin (23/6), melaksanakan pembayaran pelunasan yang dipercepat (“voluntary prepayment”) atas pinjaman Export Credit Agency (“ECA”) dan Commercial Lenders (“CL”) senilai US$ 62,5 juta.

Pinjaman tersebut diperoleh dari sindikasi lebih dari 15 lembaga keuangan, diantaranya Lloyds Bank plc sebagai agent dan security trustee, BNP Paribas dan Credit Agricole Corporate and Investment Bank, pada tahun 1996 dan telah direstrukturisasi sepenuhnya pada tahun 2010.

“Penandatanganan pelunasan hutang dengan ECA dan CL tersebut merupakan komitmen Garuda Indonesia untuk memenuhi seluruh kewajiban Perseroan kepada kreditur sesuai komitmen yang tertuang dalam kontrak/perjanjian,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar, Selasa (24/6/2014)..

Seiring pertumbuhan kinerja Garuda Indonesia – yang didukung program transformasi dan ekspansi Perseroan yang tertuang dalam program “Quantum Leap 2011-2015”, katanya, Garuda Indonesia dapat memenuhi kewajibannya secara tepat waktu dan memenuhi seluruh komitmennya kepada pihak kreditur.

Menurut dia, pinjaman sindikasi ECA dan Commercial Lenders tersebut dialokasikan untuk pengadaan sebanyak enam unit pesawat A330-300 pada tahun 1996 lalu.

Emir menambahkan, dipercepatnya pelunasan tersebut, Garuda Indonesia memperoleh hak kepemilikan atas sebanyak enam unit pesawat A330-300 yang selama ini menjadi “underlying asset” atas pinjaman tersebut, dan Perseroan tidak lagi terikat dengan covenant dari ECA dan CL”

“Sejalan dengan program “Quantum Leap”, Garuda Indonesia menjadikan tahun 2011 hingga 2015 sebagai tahun ekspansi perusahaan, seiring dengan investasi yang dilaksanakan Perseroan berkaitan dengan program pengembangan armada dan proses pengembangan Citilink sebagai Low Cost Carrier yang beroperasi secara mandiri,” paparnya

Dia menegaskan, program pengembangan tersebut, pada tahun 2015 Garuda Indonesia akan mengoperasikan sebanyak 194 pesawat dengan usia rata-rata pesawat 4,8 tahun.

Garuda Indonesia, katanya, akan mengangkut sebanyak 45.4 juta penumpang dari saat ini 25 juta penumpang, dan peningkatan frekuensi penerbangan menjadi 1.100 frekuensi per hari dari sekitar lebih dari 534 frekuensi penerbangan per hari saat ini.

Saat ini Garuda Indonesia mengoperasikan 140 pesawat terdiri dari Boeing 777-300ER, Airbus A330-200/300, Boeing 737-800NG, Bombardier CRJ1000 NextGen, dan ATR72-600 dengan usia rata-rata pesawat 5 tahun.

Untuk mendukung rencana pengembangan jaringan penerbangannya, baik domestik dan internasional, pada tahun 2014 Garuda Indonesia akan mendatangkan 27 armada baru terdiri dari 2 pesawat Boeing 777-300 arcraft, 4 pesawat Airbus A330, 12 pesawat Boeing 737-800NG, 3 pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen, dan 6 pesawat ATR 72-600.(aw)