Angkasa Pura 2

ATSB: Penumpang dan Awak MH370 Meninggal Akibat Kehabisan Oksigen

KokpitSenin, 30 Juni 2014
Malaysia_Airlines_Boeing_777-200ER_Wikimedia_6

SYDNEY (beritatrans.com) — Otoritas Australia mulai mengungkap sejumlah fakta mengenai pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang secara misterius. Mereka menyebut, meninggalnya penumpang dan awak pesawat akibat kehabisan oksigen.

Sebelumnya, otoritas juga menyebutkan bahwa kemungkinan besar pesawat MH370 terbang menggunakan autopilot, hingga kehabisan bahan bakar dan terjatuh di perairan Samudera Hindia.

Badan Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) melalui laporannya setebal 55 halaman, menjelaskan bagaimana tim penyelidik sampai pada kesimpulan ini. Mereka pun membandingkan kondisi penerbangan MH370 dengan kondisi serupa pada insiden lainnya, kendati tidak ada bukti baru yang didapat dari MH370, seperti dilansir Reuters, Senin (30/6/2014).

Laporan ATSB ini juga membantu mempersempit dugaan area peristirahatan terakhir MH370, dari ribuan kemungkinan lokasi yang ada.

“Merujuk pada observasi ini, tahap akhir dari tipe peristiwa hipoksia (kondisi kekurangan oksigen) atau tidak responsif, tampaknya yang paling sesuai dengan bukti yang ada bagi saat-saat terakhir penerbangan MH370 ketika pesawat ini mengarah ke koridor selatan,” demikian bunyi laporan ATSB.

Dari analisis, pengamatan dan informasi yang ada menunjukkan, kemungkinan besar pesawat MH370 jatuh setelah terbang jauh ke koridor selatan di wilayah Samudera Hindia. Lokasi jatuhnya pesawat ini diyakini lebih jauh dari yang diperkirakan sebelumnya. Oleh karena itu, area pencarian MH370 digeser lebih jauh ke wilayah selatan.

Analisis baru ini muncul setelah lebih dari 100 hari pesawat MH370 hilang. Pesawat jenis Boeing 777-200ER yang membawa 239 penumpang dan awak ini menghilang sejak 8 Maret lalu, setelah lepas landas dari Kuala Lumpur, Malaysia untuk terbang menuju Beijing, China. Keberadaannya hingga kini masih misterius.(machda)

loading...