Angkasa Pura 2

Serangan Bajak Laut di Selat Malaka Meningkat

DermagaSelasa, 1 Juli 2014
Pirate-attacks

SINGAPURA (beritatrans.com) – Empat kasus pembajakan di Asia Tenggara dalam dua hari terakhir menyoroti peningkatan ancaman jalur transportasi laut.

Indonesia mengalami jumlah kasus tertinggi dengan 18 serangan perompak dalam kuartal pertama 2014. Menurut Pusat Pelaporan Pembajakan Biro Kelautan Internasional, 49 kasus yang terjadi secara globalĀ  dilaporkan pada triwulan pertama 2014.

Pada Kamis, Wall Street Journal memberitakan awak kapal pengangkut yang berlayar dari Pulau Bintan menggagalkan upaya perompakan, demikian laporan biro tersebut.

Sebuah insiden dilaporkan terjadi pada 25 Juni di Selat Singapura yang melibatkan lima perompak bersenjatakan parang di atas kapal pengangkut bahan kimia. Mereka menyandera seorang awak dalam waktu singkat dan berhasil meloloskan diri sambil membawa barang rampasan.

Menurut biro itu, perompak pada hari yang sama mencuri suku cadang mesin kapal tanker yang tengah melempar sauh di sebelah utara Pulau Bintan dan Pelabuhan Batangas di Filipina.

Biro memperingatkan kapal-kapal tanker kecil mewaspadai perompak di Laut Cina Selatan pada awal Juni menyusul banyaknya pembajakan dan pencurian kargo bahan bakar.

Peringatan diumumkan setelah sejumlah tanker berisi bahan-bakar dibajak pada awal bulan ini. Salah satu kapal melewati Teluk Thailand dan kapal lain melakukan perjalanan dari Singapura ke Labuan, Malaysia.

Selat Malaka yang memisahkan Indonesia dengan Malaysia dan Singapura menjadi salah satu jalur perairan tersibuk dunia. Selama berabad-abad, jalur tersebut kerap direcoki para perompak. Frekuensi serangan telah menurun dalam beberapa tahun belakangan. Namun, pembajakan masih menjadi masalah utama di kawasan tersebut. (korrie).