Angkasa Pura 2

Jelang Lebaran, Truk Bersumbu Lebih Dari Dua Dilarang Operasi

KoridorJumat, 11 Juli 2014
Truk Dua Sumbu

Jakarta (beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengeluarkan ketentuan bahwa menjelang lebaran, tepatnya H-4, truk-truk angkutan barang dilarang beroperasi. Pelarangan itu diperkuat dengan Peraturan Dirjen Perhubungan Darat Nomor SK.2529/AJ.201/BRJB/2014 tentang pengaturan lalu lintas pengoperasian mobil barang dan pengoperasian jembatan timbang pada masa angkutan Lebaran 2014.

“Tapi perlu diketahui dan diingat oleh semua pihak, bukan barangnya yang kami larang, tetapi angkutannya, yaitu angkutan barang dengan truk yang memiliki sumbu lebih dari dua. Truk yang bersumbu dua tidak ada larangan untuk mengangkut barang,” kata Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso kepada beritatrans.com di Jakarta, Jumat (11/7).

Soeroyo mengatakan, truk barang bersumbu lebih dari dua dilarang beroperasi pada jalan nasional di delapan provinsi di Lampung, Jawa, dan Bali sejak 24 Juli 2014 pukul 12.00 WIB – 28 Juli 2014 pukul 24.00 WIB.

“Aturan itu juga tak berlaku bagi truk pengangkut BBM, BBG, ternak, sembako, pupuk, susu murni dan barang antaran pos,” kata Ketua Tim Angkutan Lebaran 2014 ini.

Sedangkan semua jembatan timbang di delapan provinsi Lampung, Jawa, Bali tidak beroperasi sejak 21 Juli 2014 – 5 Agustus 2014. Jembatan timbang akan digunakan sebagai rest area bagi pengguna jalan.
Soeroyo berhadap dukungan semua pihak, termasuk masyarakat pengguna jasa transportasi berupaya agar angkutan lebaran berjalan dengan baik. Apalagi para pengguna jalan raya seperti mobil dan motor yang dinilainya paling rawan terjadi kecelakaan.

“Para pengguna angkutan umum juga tolong bantu pemerintah memantau tarif. Laporkan segera bila ada angkutan umum atau bus yang meminta tarif tidak sesuai dengan ketentuan yaitu melebihi tarif batas atas,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan pihaknya kemungkinan besar akan menambah dua rangkaian kereta api sebagai kereta tambahan. Dua rangkaian kereta api itu diperkirakan akan mampu mengangkut sekitar 1200 orang. “Pengaturannya nanti dilakukan oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian dn PT Kereta Api Indonesia,” ujar Soeroyo.

Sementara di sektor penerbangan diharapkan betul-betul memperhatikan slot time dan diatur sedemikian rupa agar keterlambatan pesawat masih di dalam batas toleransi. “Kalau delay antara 15 hingga 30 menit masih dianggap wajar dalam situasi peak session seperti sekarang,” katanya.

Sedangkan di sektor angkutan laut, para penyelenggara angkutan laut termasuk PT Pelni diwanti-wanti agar mengantisipasi daerah-daerah yang minat masyarakatnya cukup tinggi, termasuk masyarakat yang tinggal di daerah-daerah tambang dan perkebunan. Begitu juga dengan penyeberangan, Soeroyo minta para pengelola pelabuhan mengoptimalkan pelayanan agar tidak ada penumpukan penumpang di pelabuhan-pelabuhan penyeberangan.

“Angkutan lebaran tahun 2014 ini diperkirakan akan ada sekitar 27 sampai 30 juta pemudik. Jadi harus diperhatikan betul. Kami juga berharap agar para pemudik selalu bersikap hati-hati, terutama dalam membawa barang-barang, termasuk jangan menggunakan perhiasan yang mencolok,” kata Soeroyo. (aliy)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari