Angkasa Pura 2

4.000 Orang Berebut Jadi Taruna Baru STTD

SDMSabtu, 12 Juli 2014
sttd

JAKARTA (beritatrans.com) – Sebanyak 4.000 orang mendaftar sebagai taruna Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Padahal skolah yang berlokasi di Jalan Raya Setu, Cibitung, Kabupaten Bekasi, tersebut hanya menerima 180 taruna baru.

Ketua STTD Zulmafendi mengemukakan pendaftar berasal dari seluruh Indonesia. “Mereka sudah dites kemampuan akademik. Lalu akan dites lagi pada Senin (14/7/2015),” ungkapnya kepada beritatrans.com, kemarin.

Ribuan pendaftar tersebut, dia mengutarakan sebanyak 400 orang di antaranya merupakan bakal calon taruna yang ditugaskan oleh enam provinsi di antaranya Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tengah. Mereka akan disaring sehingga hanya 90 orang saja diterima.

Sisanya 90 taruna, Zulmafendi menuturkan diperebutkan oleh ribuan pendaftar lainnya. “Karena memang kapasitas STTD hanya untuk 180 taruna baru,” ungkapnya.

Ledakan pendaftar, dia mengemukakan terjadi karena adanya rangsangan peluang menjadi PNS. Lewat pola pembibitan. Ada persetujuan bagi Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) untuk menerapkan pola pembibitan terhadap taruna. “Sudah ada surat dari Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi kepada Kementerian Perhubungan ,” jelasnya.

Dengan pola pembibitan, yang memberi peluang bagi taruna menjadi PNS, dia menegaskan akan semakin menggairahkan taruna untuk lebih giat lagi belajar dan mempersiapkan diri sebagai bagian dari generasi baru yang memiliki kompetensi ilmu transportasi darat serta perkeretaapian.

Walau peminat mengalami ledakan, Zulmafendi menyatakan STTD hanya akan menerima 180 taruna baru. Taruna tersebut sebanyak 60 orang untuk program DIV Transportasi Darat, DIII LLAJ dan DIII Perkeretaapian.

BIAYA PENDIDIKAN
Mengenai pendidikan terhadap taruna di STTD, Zulmafendi mengungkapkan sekitar 95 persen dibiayai APBN. “Taruna hanya membayar sekitar Rp14 juta saja saat masuk. Itupun dikembalikan lagi kepada mereka, antara lain berupa pakaian sekitar tujuh stel untuk belajar selama satu tahun. Tahun-tahun berikutnya pakaian seragam itu ditanggung oleh APBN,” tuturnya.

Untuk kebutuhan makan, asrama dan berbagai akomodasi lainnya dari semester satu hingga akhir juga ditanggung oleh APBN. “Rakyat Indonesia, melalui APBN, yang membiayai. Karena itu, kami berharap taruna semakin gigih lagi belajar dan menjaga nama baik STTD, serta menebarkan aroma harum berupa prestasi positif dalam berbagai hal, terutama akademis,” cetusnya. (leny/risma/aw).

loading...