Angkasa Pura 2

12.000 Truk Kontener di Tanjung Priok Berpotensi Menganggur

Dermaga KoridorSenin, 14 Juli 2014
IMG_20140714_182511_edit_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Sekitar 70 persen dari 15.000 truk kontener di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, berpotensi tidak bisa lagi beroperasi. Potensi itu muncul setelah terbitnya Perda DKI Jakarta tentang angkutan petikemas.

“Truk-truk yang akan nganggur itu karena berusia di atas 10 tahun. Sedangkan perda mewajibkan usia truk maksimal 10 tahun” ungkap Gemilang Tarian, Ketua Angkutan Khusus Pelabuhan Tanjung Priok, kepada beritatrans.com, Senin (14/7/2014).

Ditemui di sela-sela buka puasa bersama DPP iNSA, dia mengutarakan sekitar 12 ribu truk akan terlarang beroperasi di pelabuhan itu. Nilainya sekitar Rp12 triliun, dengan asumsi satu truk seharga Rp1 miliar.

Dia menegaskan pada prinsipnya pengusaha truk tidak berkeberatan adanya perda yang segera dioperasikan lewat peraturan gubernur tersebut. Apalagi dengan pasar bebas ASEAN maka kompetisi akan semakin ketat, karena pengusaha truk dari negara anggota ASEAN dapat beroperasi di Indonesia.

Hanya saja, bila memungkinkan batas usia kendaraan diperpanjang menjadi maksimal 15 tahun. “Kami juga meminta oenghapusan bea masuk dan bea balik nama kendaraan, sehingga meringankan pengusaha untuk investasi armada baru,” cetus Gemilang Tarigan.

Permintaan itu, dia menegaskan karena pengusaha ingin tetap bisnis berjalan dan tetap bisa membayar gaji pegawai, termasuk sopir truk. “Adalah kewajiban pemerintah untu melindungi kami,” tegasnya. (aw).